30 Nama yang Bakal Hadir di Pemakaman Pangeran Philip

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pemakaman Pangeran Philip akan digelar pada Sabtu 17 April 2021. Ada 30 nama yang akan hadir di prosesi tersebut. Siapa saja?

Pangeran Philip, suami dari Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Jumat 9 April 2021 waktu setempat di usia 99 tahun.

Pangeran Philip yang lahir di Yunani, 10 Juni 1921 menikah dengan Putri Elizabeth tahun 1947 atau lima tahun sebelum Putri Elizabeth menjabat sebagai Ratu.

Pemakaman Pangeran Philip akan dilakukan di Gereja St. George’s dan akan disiarkan langsung televisi. Sesuai surat wasiatnya, beliau tak ingin pemakamannya dilakukan secara besar-besaran seperti layaknya keluarga kerajaan.

Di tengah pandemi Covid-19 dan peraturan pemerintah Inggris, pemakaman Pangeran Philip hanya akan dihadiri 30 orang terutama keluarga inti, seperti anak, putra, dan cucu.

30 nama yang akan hadir dalam pemakaman Pangeran Philip adalah: Ratu Elizabeth, Pangeran Charles dan Camilla (istri), Putri Anne dan Sir Timothy Laurence (suami), Pangeran Andrew, Pangeran William dan Kate Middleton (istri), Pangeran Harry, Putri Eugenie dan Jack Brooksbank (suami), Putri Beatrice dan Edoaardo Mapelli Mozzi (suami), Pangeran Edward dan Sophie (istri).

Peter Phillips (anak Putri Anne), Zara Tindall (anak putri Anne) dan Mike (suami), Sarah Chatto dan Daniel (suami), Earl (putra dari almarhumah Putri Margaret), Duke of Gloucester (sepupu pertama Ratu), Duke of Kent (putra almarhum Raja George), Putri Alexandra (sepupu Ratu), Bernhard Hereditary (cucu adik kedua Pangeran Philip, Theodora), Pangeran Philipp of Hohenlohe-Langenburg (anggota keluarga Pangeran Philip), The Countess Mountbatten of Burma (teman dekat), dan Pangeran Donatus.

Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II memiliki empat anak, delapan cucu dan 10 cicit. Putra pertama mereka, Pangeran Wales, Pangeran Charles, lahir tahun 1948, diikuti oleh saudara perempuannya, Putri Kerajaan, Putri Anne, tahun 1950, Adipati York, Pangeran Andrew, tahun 1960 dan Earl of Wessex, Pangeran Edward tahun 1964.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini