Tidak Sabar Ingin Berenang Saat Pandemi? Ini Aturannya agar Tetap Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tempat yang beresiko menyebarkan penularan virus corona ditutup saat pandemi termasuk kolam renang. Namun beberapa negara sudah kembali melakukan pelonggaran sehingga fasilitas publik sudah mulai dibuka secara bertahap.

Menurut Independent.co.uk, pemerintah Inggris memperbolehkan kembali melakukan aktivitas olahraga di luar ruangan termasuk berenang. Pelonggaran di Inggris dilakukan secara bertahap dan kini sudah memasuki tahap kedua.

Menurut Profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Nottingham, Keith Neal penularan di kolam renang bukan terjadi karena air. Melihat adanya pelonggaran ini, Swim England mengemukakan beberapa pedoman yang dapat dilakukan ketika kolam renang kembali dibuka.

Pertama yaitu menerapkan sistem pemesanan dan penjadwalan bagi orang yang ingin berenang di kolam umum. Pemesanan bisa dilakukan melalui situs web atau media sosial.

Kedua, jika memiliki gejala Covid-19 sebaiknya tetap di rumah dan tidak memutuskan untuk berenang. Gejalanya meliputi suhu tinggi, batuk terus menerus, kehilangan panca indera atau penciuman.

Ketiga, yaitu mengurangi waktu di ruang ganti. Caranya bisa dengan datang dengan baju renang yang sudah terlebih dulu dikenakan di balik pakaian.

Keempat, saat selesai berenang sebaiknya segera meninggalkan lokasi tersebut secepat mungkin. Mandi di rumah dan habiskan waktu sesedikit mungkin di ruang ganti. Selain itu, mandi juga bisa dilakukan di rumah sebelum dan sesudah berenang.

Kelima, yaitu dengan membawa peralatan sendiri atau alat apapun yang digunakan saat berenang. Seperti misalnya pelampung, papan tendangan dan lainnya. Tujuannya supaya tidak ada penularan dari barang yang dipakai secara umum.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini