10 Drama tvN dengan Rating Tertinggi di Episode Perdananya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sudah tak diragukan lagi, drama yang ditayangkan di tvN kerap kali menjadi hits. tvN bahkan mampu menarik perhatian pemirsa global.

Selama lebih dari satu dekade, tvN telah menghasilkan ratusan drama populer dengan berbagai genre. Saat ini, tvN adalah salah satu stasiun penyiaran terkemuka dalam hal drama berkualitas tinggi.

Di antara semua drama yang ditayangkan tvN, berikut 10 drama yang menerima peringkat tertinggi selama episode pertama.

#10 Arthdal Chronicles (2019) — 6.7 persen

Diatur di tanah fiksi Aseudal selama zaman kuno. Eun-Sum yang diperankan oleh Song Joong-Ki lahir dengan nasib untuk membawa bencana ke Aseudal. Karena perjuangan ibunya untuk menyelamatkannya, ia mengalami kesulitan dan tumbuh besar. Dia muncul lagi di Aseudal.

Ta-Gon yang diperankan Jang Dong-Gun adalah pahlawan perang Aseudal. Dia telah membuka jalan bagi Aseudal untuk menjadi negara kota yang makmur dan dia adalah orang yang paling berkuasa di Aseudal. Dia bermimpi menjadi raja pertama Aseudal.

Sedangkan Tan-Ya yang diperankan oleh Kim Ji-Won lahir dengan nasib yang sama dengan Eun-Sum. Dia adalah penerus Suku Wahan. Melewati kesulitan, dia menyadari misinya. Dia hidup di bawah kehormatan tertinggi dan ambisinya adalah menjadi seorang politisi.

#9 Goblin (2016) — 6.9 persen

Drama Korea Goblin berkisah tentang Kim Shin (Gong Yoo), sosok goblin atau peri yang bertugas sebagai pelindung jiwa. Dia tinggal bersama dengan malaikat maut yang menderita amnesia (Lee Dong Wook) yang bertanggung jawab mengambil jiwa orang yang mati. Mereka melihat jiwa orang mati pergi ke alam baka. Sementara itu, Ji Eun Tak (Kim Go Eun) adalah seorang siswi SMA yang hidupnya selalu optimis meskipun kenyataan menyakitkan. Dia kemudian jatuh cinta pada si goblin.

#8 Hotel Del Luna (2019) — 7.3 persen

Karena kasus yang tidak terduga, seorang pria mulai bekerja di Hotel del Luna sebagai asisten manager termuda yang pernah ada di sebuah perusahaan perhotelan multinasional. Dia sangat perfeksionis dan tulus, terlihat berkepala dingin, tetapi sebenarnya dia memiliki hati yang lembut.

CEO Hotel del Luna itu adalah adalah Jang Man-Wol yang diperankan oleh IU, seorang wanita cantik, tapi dia tidak baik kepada orang lain. Dia membuat kesalahan besar bertahun-tahun yang lalu dan karena itu, dia telah berada di bawah kutukan selama lebih dari 1.000 tahun. Hotel itu terletak di pusat kota Seoul dan memiliki penampilan sangat tua. Pelanggan hotel terdiri dari hantu.

#7 Memories of the Alhambra (2018) — 7.5 persen

Yoo Jin-Woo (Hyun-Bin) adalah CEO dari perusahaan investasi. Dia memiliki kepekaan yang baik dalam pekerjaannya, jiwa petualang yang kuat dan keinginan kuat untuk menang.

Yoo Jin-Woo mengalami masa sulit secara emosional karena hal-hal seperti pengkhianatan dari teman-temannya. Ia kemudian mengunjungi Granada, Spanyol untuk bisnis dan menginap di asrama tua yang dikelola oleh Jung Hee-Joo. Di sana, Yoo Jin-Woo terlibat dalam urusan aneh.

#6 Secret Forest 2 (2020) — 7.6 persen

Kepolisian dan kantor kejaksaan akan berada di pihak yang saling berlawanan satu sama lain. Jaksa penuntut elit Woo Tae-Ha (Choi Moo-Sung) menginginakan suatu kekuasaan dimana Dia dapat bebas mengambil keputusannya sendiri dalam menghadapi situasi apa pun termasuk dalam penyelidikan.

Di sisi lain, Choi Bit (Jeon Hye-Jin) yang merupakan seorang polisi menginginkan agar pihak kepolisian akan mendapatkan suatu kewenangan investigasi keseluruhan tanpa bergantung kepada kantor kejaksaan. Dalam situasi yang menegangkan ini Jaksa Hwang Shi-Mok bersama Detektif Han Yeo-Jin (Bae Doo-Na) akan mengejar tentang kebenaran dari kasus tersebunyi dan melibatkan sesuatu yang besar.

#5 Vincenzo (2021) — 7.7 persen

Pada usia 8 tahun, Park Joo-Hyeong pergi ke Italia setelah dia diadopsi. Ia kini telah dewasa dan memiliki nama Vincenzo Cassano. Dia adalah seorang pengacara, yang bekerja untuk Mafia sebagai seorang consigliere. Karena perang antar kelompok mafia, dia melarikan diri ke Korea Selatan.

Di Korea Selatan, dia terlibat dengan Pengacara Hong Cha-Young. Dia adalah tipe pengacara yang akan melakukan apa saja untuk memenangkan kasus. Vincenzo Casano jatuh cinta padanya. Dia juga mencapai keadilan sosial dengan caranya sendiri.

#4 Mr. Queen (2020) — 8.0 persen

Pada era modern, Jang Bong-hwan bekerja sebagai koki di Rumah Biru Presiden. Dia memiliki jiwa yang bebas, tetapi entah bagaimana jiwanya menemukan jalan ke dalam tubuh Ratu Cheorin (Shin Hye-sun) pada periode Joseon.

Raja Cheoljong (Kim Jung-hyun) adalah orang yang lembut dan santai secara lahiriah tetapi memiliki sisi yang berbeda juga. Ratu Sunwon (Bae Jong-ok) adalah istri almarhum Raja Sunjo yang memegang kekuasaan sejati di negara itu dan menjadikan Raja Cheoljong sebagai raja boneka. Kim Jwa-geun (Kim Tae-woo) adalah adik yang ambisius dari Ratu Sunwon.

#3 Encounter (2018) — 8.7 persen

Drama Korea “Encounter” menceritakan tentang seorang pria yang telah bekerja paruh waktu selama bertahun-tahun, ia telah melakukan semua jenis pekerjaan, setelah menabung, ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri selama setahun. Ketika bepergian, ia bertemu dengan seorang wanita yang tampaknya memiliki segalanya dan jatuh cinta padanya.

Cha Soo-Hyun yang diperankan oleh Song Hye-Kyo adalah putri seorang politikus. Setelah lulus kuliah, ia menikahi putra dari keluarga yang menjalankan perusahaan besar. Pernikahannya adalah pernikahan yang menyenangkan bagi ayah politisinya. Setelah memiliki anak, Cha Soo-Hyun terpaksa bercerai. Dia sekarang sudah bercerai.

Kim Ji-Hyeok diperankan oleh Park Bo-Gum adalah pria muda biasa. Dia mencoba mencari pekerjaan tetap dan bekerja paruh waktu untuk sementara. Dia terus gagal dalam pendaratan pekerjaan rutin di perusahaan tempat dia ingin bekerja. Dia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Di sana, dia bertemu Cha Soo-Hyun.

#2 Mr. Sunshine (2018) — 8.9 persen

Mr. Sunshine menggunakan latar waktu selama ekspedisi Amerika Serikat ke kerajaan Joseon (Korea Selatan) di tahun 1871. Seorang anak laki-laki dari Joseon ikut berperang dan kemudian naik ke kapal perang Amerika dan akhirnya pergi ke Amerika. Setelah anak itu dewasa, ia kembali ke negara asalnya sebagai tentara Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan.

Serial ini bersetting pada tahun 1900 sampai 1905. Setelah tentara itu kembali ke Korea, ia lalu jatuh cinta pada anak perempuan aristokrat/bangsawan. Dimulai pada tahun 1871 ketika pahlawan tersebut memimpin sebuah kapal militer Amerika sebagai anak laki-laki selama Shinmiyangyo, sebuah ekspedisi militer AS ke Korea yang menghasilkan sebuah pertempuran.

#1 Hospital Playlist 2 (2021) — 10.0 persen

Melanjutkan kisah dari season pertamanya drama ini menggambarkan kisah para dokter, perawat, dan pasien di rumah sakit. 5 dokter semuanya masuk universitas kedokteran yang sama pada tahun 1999. Mereka sekarang berteman dan bekerja bersama di rumah sakit yang sama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini