Terkutuklah Hanung Bramantyo Jika 5 Tokoh Ini Tak Muncul di ‘Bumi Manusia’

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Bumi Manusia benar lebih banyak memberi porsi pada kisah dan dialog antara Minke sebagai tokoh utama, Annelies Mellema dan Nyai Ontosoroh. Tiga tokoh kunci ini memegang peranan penting menentukan arah cerita.

Tapi ingat, buku pertama Tetralogi Buru karya maestro Pramoedya Ananta Toer punya puluhan tokoh pendukung lainnya yang tak kalah penting karena terhubung dengan tokoh utama. Bahkan, sebagian tokoh pendukung justru membentuk kepribadian tokoh utama. Misalnya, nasihat-nasihat Jean Marais kepada Minke.

Setidaknya, dari puluhan, ada 5 tokoh pendukung yang benar-benar berpengaruh dan wajib ditampilkan dalam film Bumi Manusia garapan Hanung Bramantyo. Tanpa mereka, Bumi Manusia hanyalah kisah yang hambar.

1. Jean Marais

Tinggal di Surabaya, Jean Marais adalah seorang pelukis asal Prancis. Jika ada tokoh tempat Minke menyimpan rahasia, menceritakan keluh kesahnya dan meminta nasihat bijak, Jean adalah orangnya. Petuah-petuah Jean adalah pegangan hidup Minke.

Salah satu petuah Jean kepada Minke yang paling terkenal adalah, “seorang terpelajar sudah harus berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.”

2. Panji Darman alias Jan Dapperste

Pada novelnya, Jan sudah diceritakan sejak awal sebagai sahabat setia Minke. Ia adalah teman susah dan senangnya Minke di sekolah mereka yakni H.B.S. Namanya Jan Dapperste, tapi ia adalah seorang pribumi asli yang diadopsi oleh keluarga pendeta Belanda. Ia kemudian berganti nama secara sah menjadi Panji Darman atas bantuan Minke.

Panjir Darman adalah sosok yang rela mengawal ‘Sang Bunga Penutup Abad’, Annelies Mellema yang merupakan istri Minke, saat dihukum oleh pemerintah kolonial untuk menjalani hidup di Belanda.

3. Herbert de la Croix

Ia adalah Eropa totok dan pejabat tinggi di pemerintahan Hindia-Belanda, dengan memegang posisi sebagai Asisten Residen Kota B. Herbert adalah orang yang terkagum-kagum dengan kecerdasan Minke. Ia juga menaruh iba terhadap kehidupan pribumi dan berharap mereka bisa bangkit dari keterpurukan akibat penjajahan.

Herbert juga ikhlas menanggalkan jabatan pentingnya karena membela Minke dalam sebuah kasus yang diadili di Pengadilan Amsterdam. Herbert mengundurkan diri karena kecewa dengan putusan pengadilan, dan ia kembali ke Eropa.

4. Sarah dan Miriam de la Croix

Kedua kakak beradik perempuan ini adalah putri dari Herbert de la Croix. Mereka boleh dibilang adalah lawan berat pertama Minke dalam sebuah diskusi. Mereka juga telah membuka wawasan Minke lebih luas tentang kehidupan antara pribumi dan kolonial.

Sama seperti ayahnya, Sarah dan Miriam menaruh perhatian besar agar prubumi bisa bangkit dari keterpurukan akibat kolonialisme. Setelah kembali ke Belanda, mereka berdua masih terus berkomunikasi dengan Minke melalui surat-menyurat.

5. Juffrow Magda Peters

Magda Peters adalah guru di H.B.S Surabaya. Ia mengajar Sastra dan Bahasa Belanda. Tak bisa dipungkiri, kepintaran Minke dalam menulis dengan bahasa Belanda sempurna juga dipengaruhi oleh Magda Peters.

Ia sangat kagum dengan kecerdasan Minke. Dalam beberapa diskusi, keduanya kerap melempar pendapat soal kehidupan sosial di Hindia-Belanda. Sayang, Magda Peters tak disukai oleh orang tua siswa, ia akhirnya dipaksa angkat kaki dari H.B.S dan kembali ke Eropa.

Jika kelima tokoh ini tak muncul di film Bumi Manusia, atau tak mendapat porsi sebagaimana mestinya, sudah sepatutnya Hanung Bramantyo sebagai sutradara dikutuk. Ia harus meminta maaf langsung ke kuburan Pramoedya Ananta Toer.

Film Bumi Manusia rencananya akan rilis pada 15 Agustus 2019 nanti. Trailernya sudah dirilis sejak 4 Juli 2019 lalu dan menjadi salah satu trending di YouTube.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini