Lembaga Riset Australia: Jokowi Menang Lagi Karena Perempuan

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Lembaga riset dari Australia, Roy Morgan, memastikan Jokowi akan memenangkan Pemilihan Presiden April 2019. Kemenangan itu sebagian besar didukung suara perempuan yang disebut sebagai hasil sentuhan magic Jokowi.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Januari 2019 dengan responden 1.039 warga negara Indonesia yang berhak memilih.

Dari jumlah itu, sebesar 61 persen responden perempuan memilih Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin, hanya 39 persennya memilih Prabowo dan Sandiaga Uno.

“Sementara lelaki yang memilih Jokowi hanya 55 persen, sedangkan yang memutuskan memberi suara kepada Prabowo-Sandi 45 persen,” demikian hasil survei yang dikutip Senin 4 Maret 2019.

Secara keseluruhan Jokowi – Ma’ruf diprediksi memenangkan pemilihan dengan besar suara 58 persen atau meningkat lima persen dari Pemilihan Presiden 2014.

Sedangkan suara Prabowo hanya 42 persen atau menurun 5 persen dari pemilihan presiden sebelumnya.

Ditilik dari wilayah yang memenangkan Jokowi, Roy Morgan menyimpulkan berasal dari daerah pedesaan di seluruh Indonesia. Perbandingan suaranya 63,5 persen untuk Jokowi dan 36,5 persen untuk Prabowo.

Jawa Tengah tidak diragukan lagi sebagai pendukung terkuat kemenangan Jokowi. Roy Morgan memperoleh data 2/3 wilayah itu memberikan suaranya kepada petahana. Angkanya 74,5 persen berbanding 25,5 persen.

Komposisinya hampir sama dengan daerah Jawa Timur dan Bali. Angkanya 73 persen untuk Jokowi dan Prabowo hanya kebagian 27 persen.

Sementara Prabowo hanya menang di Jawa Barat, Jakarta, Banten serta daerah pinggiran Sumatera Selatan. Namun, angkanya tidak sebesar di daerah kemenangan Jokowi.

Di Jabar, Jakarta dan Banten, suara untuk Prabowo 57 persen di atas Jokowi yang 43 persen. Sedangkan di pinggiran Sumatera Selatan angkanya 54,5 persen untuk Prabowo dan 45,5 persen Jokowi.

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini