Jelang Coblosan Pilpres, Kominfo Temukan 453 Hoax

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Jumlah hoax alias berita bohong jelang Pilpres 2019 pada 17 April mendatang, meningkat signifikan hingga bulan Maret 2019. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menemukan ada 453 hoax, 130 diantaranya memuat isu politik.

“Kami menangani hoax. Hoax paling banyak berkaitan dengan politik berupa kabar bohong tentang calon presiden, partai politik maupun lembaga penyelenggara pemilu,” kata Menkominfo Rudiantara di Jakarta, Senin 1 April 2019.

Diakui Rudiantara, ratusan hoax itu diidentifikasi oleh tim dan mesin AIS. Selain isu politik, hoax tersebut bermuatan kebohongan tentang pemerintah, kesehatan, agama, pendidikan maupun fitnah terhadap individu.

Sebelumnya pada Desember 2018, Kominfo mengidentifikasi 75 konten. Jumlahnya naik menjadi 175 konten hoax pada Januari.

Peningkatan drastis terjadi pada Februari, di mana angka hoax yang diidentifikasi Kominfo naik tajam menjadi 353 konten. Rudiantara pun mengingatkan publik untuk berhati-hati terhadap hoax karena menjelang Pemilu seperti ini, hoax menyerang semua pihak.

“Hoax adalah musuh kita bersama,” kata dia.

Sebagai informasi, sejak Agustus 2018, total hoax yang mereka indetifikasi sebanyak 1.224, 311 diantaranya berupa hoax politik.

Kementerian Kominfo meminta warganet yang mendapatkan informasi yang mencurigakan untuk menyampaikan ke kanal pengaduan konten melalui [email protected] atau melalui akun Twitter @aduankonten.

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini