Begini Jawaban Demokrat Soal Sindiran Prabowo di Debat Kandidat Semalam

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Salah satu hal dari debat terakhir kandidat capres-cawapres yang masih menjadi polemik hingga kini adalah sindiran capres 02, Prabowo Subianto bahwa masalah ekonomi yang timbul saat ini bukan salah Jokowi melainkan presiden sebelumnya. Tetapi Partai Demokrat (PD) tidak bisa berbuat apa-apa dengan pernyataan itu.

Wakil Sekjen PD, Rachlan Nashidik, menegaskan partainya tidak akan meninggalkan koalisi Adil Makmur yang mendukung Prabowo-Sandi.

“Kita di Barisan 02,” kata Rachland melalui akun twitternya, Minggu 14 April 2019.

Menurutnya Partai Demokrat akan terus mengingatkan pemimpin agar selalu berjalan lurus dan fokus.

Hal senada diungkapkan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurutnya hanya dalam waktu tiga hari sebelum pemungutan suara, tidak mungkin meninggalkan koalisi yang sudah diikutinya sejak September 2018.

Saat debat kandidat masih berlangsung Sabtu 13 April 2019 malam, tiba-tiba seseorang lelaki yang mengaku menjabat Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat berteriak, “Kita keluar dari koalisi,” ujarnya di lobi Hotel Sultan.

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini