Ekonomi Rakyat Kian Kokoh dengan Percepatan Program Sektor Riil

Baca Juga

Oleh : Ricky Rinaldi

Perekonomian nasional tidak hanya ditopang oleh indikator makro sepertipertumbuhan ekonomi, inflasi, atau investasi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riilyang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Sektor pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, hingga usaha mikro dan kecil merupakan fondasiutama ekonomi rakyat yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, percepatan berbagai program sektor riil menjadi langkah penting dalammemperkuat daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, penguatansektor riil menjadi strategi yang semakin relevan. Ketika tekanan eksternalmemengaruhi pasar keuangan dan perdagangan internasional, aktivitas ekonomiyang berbasis pada kebutuhan domestik mampu menjadi penyangga pertumbuhannasional. Karena itu, kebijakan yang mendorong produktivitas sektor riil memilikiperan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunanekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pertumbuhanekonomi yang berkualitas tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga darikemampuannya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatanmasyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. Dalam kerangka tersebut, percepatan program sektor riil menjadi bagian penting dari agenda pembangunannasional.

Penguatan sektor riil dilakukan melalui berbagai kebijakan yang mendukungpeningkatan produksi dan produktivitas. Pemerintah berupaya memperluas aksespembiayaan, memperkuat infrastruktur pendukung, serta meningkatkan efisiensidistribusi barang dan jasa. Langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomiyang lebih sehat sehingga pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwasektor riil memiliki kontribusi besar dalam menjaga momentum pertumbuhanekonomi. Menurutnya, penguatan aktivitas produksi dan konsumsi domestik menjadifaktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan dukungankebijakan yang tepat, sektor riil dapat menjadi motor utama pertumbuhan yang lebihinklusif.

Salah satu aspek penting dalam percepatan sektor riil adalah penguatan usahamikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelompok usaha ini memiliki peran besardalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Dukungan terhadap UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi, sertapendampingan usaha akan memperkuat kemampuan mereka untuk berkembangdan bersaing.

Selain UMKM, sektor pertanian juga menjadi pilar penting dalam ekonomi rakyat. Peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya berdampak pada kesejahteraanpetani, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan nasional. Dengan dukungan teknologi, akses pasar yang lebih luas, dan infrastruktur yang memadai, sektor pertanian dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagimasyarakat.

Percepatan program sektor riil juga terlihat melalui penguatan hilirisasi industri. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sehinggamanfaat ekonomi tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi membukapeluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saingproduk nasional di pasar global.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur turut memberikan dampak langsung terhadapsektor riil. Infrastruktur yang baik membantu memperlancar distribusi barang, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengansistem distribusi yang lebih efisien, pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitasdan memperluas jangkauan pasar.

Perkembangan teknologi juga menjadi faktor penting dalam mempercepatpertumbuhan sektor riil. Digitalisasi membuka peluang baru bagi pelaku usaha untukmenjangkau konsumen lebih luas dan meningkatkan efisiensi operasional. Pemanfaatan teknologi membantu memperkuat daya saing usaha sekaligusmendorong transformasi ekonomi yang lebih modern.

Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional, sektor riil memiliki peran sebagaipenyangga utama ketika terjadi tekanan eksternal. Aktivitas produksi dan konsumsiyang kuat di dalam negeri akan membantu menjaga stabilitas ekonomi meskipunmenghadapi tantangan global. Oleh karena itu, penguatan sektor riil tidak hanyaberdampak pada pertumbuhan, tetapi juga pada ketahanan ekonomi secarakeseluruhan.

Keberhasilan percepatan program sektor riil juga memerlukan sinergi antarapemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasiyang kuat akan mempercepat implementasi kebijakan serta memastikan manfaatnyadapat dirasakan secara lebih luas. Pendekatan yang terintegrasi menjadi kuncidalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, sektor riil yang kuat juga berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan ekonomi antarwilayah. Ketika aktivitas ekonomi tumbuh di berbagai daerah, peluang kerja dan usaha akantersebar lebih merata. Hal ini membantu menciptakan pembangunan yang lebihinklusif dan berkeadilan.

Dalam jangka panjang, percepatan program sektor riil akan memperkuat fondasiekonomi nasional. Ketika masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadappeluang usaha dan pekerjaan, daya beli akan meningkat dan aktivitas ekonomimenjadi lebih dinamis. Kondisi ini menciptakan siklus pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, ekonomi rakyat yang kokoh lahir dari sektor riil yang produktif dan berkembang. Percepatan berbagai program yang mendukung produksi, distribusi, investasi, dan pemberdayaan usaha menjadi langkah penting dalam memperkuatkesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruhpemangku kepentingan, sektor riil akan terus menjadi motor penggerakpertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

*)Pengamat Isu Strategis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini