Drop, Begini Kondisi Media Massa di Tengah Pandemi Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA– Covid-19 telah mengguncang sejumlah perusahaan media. Kini, perusahaan media mengalami penurunan pemasukan. Di masa pandemi media harus mampu bertahan agar tetap dapat memberikan informasi dan menghidupi karyawan yang mereka naungi.

Bagaimana media agar tetap bertahan di masa pandemi? Sejumlah media dapat mengangkat topik yang menarik. Dalam hal ini, media dituntut untuk lebih kreatif dalam menyajikan konten demi bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Tak hanya di Indonesia, media di luar negeri pun ikut merasakan akibat dari Covid-19 yang tak kunjung usai. Mengutip dari The New York Times, ”di Amerika 30 juta orang kehilangan pekerjaan, pemotongan gaji dan penutupan kantor berita, seperti surat kabar mingguan yakni The Stranger di Seattle dan Gannett, surat kabar terbesar di negara tersebut.”

Surat kabar sedang menghadapi ancaman tingkat kepunahan di seluruh dunia sejak adanya pandemi ini. Menurut The Guardian, media industri di Inggris telah kehilangan pendapatan lebih dari 50 juta pound dalam dua bulan.

Di Odisha, sejak wabah virus corona telah mematahkan industri surat kabar di daerah tersebut. Sebab, kegemaran terhadap surat kabar telah turun drastis selama beberapa bulan terakhir sejak adanya kebijakan lockdown. Setelah lockdown, banyak media cetak yang menaikkan harganya serta membuat mereka beralih ke industri digital.

Untuk itu, media segera beradaptasi dalam pengelolaan platform digital. Kondisi seperti ini media dapat menjalin hubungan dengan para pembacanya serta menyediakan informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dampak dari pandemi ini membuat sejumlah media terpukul. Sebab, hilangnya pendapatan iklan yang merupakan sumber pendapatan utama. Walaupun pendapatan iklan telah menurun sejak adanya internet.

Melansir dari Techasia.com, ”Media cetak tradisional di seluruh benua mengalami kerugian besar. Surat kabar di Filipina, India, Vietnam, dan Australia telah menangguhkan operasi untuk sementara waktu. Sementara Blu Inc, penerbitan majalah terbesar di Malaysia telah menutup pintu untuk selamanya pada sejak bulan Maret.”

Reporter: Azizah Putri Octavina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini