Demi Raih Kemenangan, JK Ingatkan Jokowi-Ma’ruf Jangan Lakukan Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Tiga minggu sebelum pemungutan suara, Ketua Tim Pengarah TKN Jokowi-Ma’ruf, Jusuf Kalla (JK) mengeluarkan pesan khusus kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 itu.

“Paling penting jangan bikin kesalahan,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 26 Maret 2019.

Kedua diminta berkampanye berkampanye sesuai aturan yang telah ditetapkan KPU.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengibaratkan kontestasi Pilpres adalah pertandingan bulutangkis.

Siapa yang bisa menghasilkan poin dengan cara yang baik maka akan menang. Sebaliknya, jika melakukan kesalahan maka akan kalah dari lawannya.

Dia menegaskan menjelang hari pemungutan suara keduanya harus semakin gencar menyampaikan program baru yang akan dikerjakan pada masa pemerintahan 2019-2024.

Menurut JK itulah satu-satunya strategi yang harus dijalankan saat ini. Misalnya memusatkan di tiga kartu baru yaitu KIP kuliah, kartu sembako murah dan kartu prakerja.

Soal target, JK menyatakan tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Selama mesin partai pendukung bekerja optimal dan pasangan yang berkontestasi juga kampanye dengan maksimal angka kemenangan dengan suara 62 persen mungkin saja diraih.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini