Bawaslu: Selain Surat Suara Tercoblos, Ada Pelanggaran Lain di Malaysia

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Ada kejanggalan lain dalam kasus surat suara tercoblos di Malaysia. Menurut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI salah kejanggalan itu berkaitan dengan pencalonan Davin Kirana, anak Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Sementara Ketua Pantia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) di Malaysia dijabat Wakil Duta Besar.

“Bawaslu khawatir ada konflik kepentingan antara wakil duta besar Malaysia dengan pencalegan anak Rusdi Kirana,” kata Komisioner Bawaslu RI, Rahmat Bagja di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat 12 April 2019.

Rahmat mengaku Bawaslu pernah menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengganti Ketua PPLN itu, tetapi tidak ditindaklanjuti.

Selain itu masih ada lagi pelanggaran lain pada kasus tersebut. Rahmat menegaskan Bawaslu akan mengirimkan satu tim untuk memeriksa kebenaran dugaan pelanggaran tersebut.

Tim itu berbeda dari yang sedang berada di Malaysia hari ini. Jika tim sudah bekerja hasilnya akan diumumkan ke publik.

Berita Terbaru

Hilirisasi Jadi Strategi Utama Hadapi Tantangan Global Saat Ini

Oleh: Fajar Aditya KusumaDi tengah ketidakpastian global, terutama terkait pasokan energi dan fluktuasi harga minyak dunia, Indonesia dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat strategi ekonominya. Salah satulangkah yang dinilai paling relevan adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam, khususnyanikel, sebagai upaya membangun ketahanan energi sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global kendaraan listrik.Kondisi global yang tidak stabil justru membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peranstrategis. Dengan cadangan nikel yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Komoditas ini menjadi kunci dalam transisi energi global, sehingga hilirisasi nikel menjadi langkah yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapijuga strategis dalam jangka panjang.Mordekhai Aruan sebagai Head of External Relations Forum Industri Nikel Indonesia menilai bahwa situasi global saat ini semakin menegaskan pentingnya pembangunan rantai pasokkendaraan listrik berbasis nikel di dalam negeri. Ia menyebut kebutuhan ini telah terasa sejakbeberapa tahun terakhir, sejalan dengan komitmen pemerintah menuju target Net Zero Emission 2060. Momentum ini, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini