*) Oleh : Andi Mahesa
Pemerintah telah menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik judi online. Salah satu upaya yang telah menunjukkan hasil signifikan adalah turunnya volume transaksi judi online, yang berdasarkan temuan terbaru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengalami penurunan drastis. Berawal dariRp21 triliun, transaksi judi online berhasil diturunkan menjadi hanya Rp4,1 triliundalam waktu sembilan bulan. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan pemerintahdalam mengatasi masalah yang tak hanya merugikan aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan moral masyarakat.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital(Kemkomdigi), Alexander Sabar mengatakan bahwa Kemkomdigi telah melakukanlangkah tegas dalam memerangi judi online. Hingga 21 Januari 2025, lebih dari 5,7 juta konten judi online telah diblokir. Langkah-langkah tersebut mencakuppemblokiran situs-situs judi, aplikasi yang terlibat dalam kegiatan ilegal, serta langkahpreventif melalui pengawasan ruang digital. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwakebijakan pemerintah tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga efektif dalammerespons fenomena yang semakin berkembang di dunia maya.
Penurunan transaksi judi online ini juga tak lepas dari upaya intensif dalampenegakan hukum dan pemberian edukasi kepada masyarakat. Pakar hukum, Assoc. Prof. Dr. Sulistyowati, S.H., M.H., menyatakan bahwa untuk mengatasi permasalahanjudi online, terdapat empat langkah utama yang perlu diambil.
Pertama, edukasi publik mengenai bahaya judi online dan dampak negatifnya bagiindividu dan keluarga. Kedua, penegakan hukum yang lebih tegas terhadap penyediadan pelaku judi online. Ketiga, rehabilitasi bagi individu yang telah terjebak dalamkecanduan judi, dan keempat, menyediakan alternatif aktivitas produktif yang dapatmenggantikan kebiasaan berjudi.
Rehabilitasi yang dimaksud yaitu memberikan bantuan bagi mereka yang sudahkecanduan. Selain itu memberikan alternatif positif yakni mendorong keterlibatanmasyarakat dalam aktivitas produktif dan sehat.
Edukasi publik memang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menanggulangimasalah ini. Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bagaimana judi online dapatmenghancurkan kehidupan mereka, baik dari segi ekonomi, sosial, bahkan hinggapsikologis. Menurut Prof. Sulistyowati, peran institusi pendidikan sangat penting dalammembangun kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi faktor yang tidak bisadiabaikan.
Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, pemerintah juga semakin tegas dalammenindak praktik judi online. Polisi cyber dan lembaga-lembaga terkait terusberkoordinasi untuk mengungkap jaringan-jaringan judi online yang tersembunyi. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah peningkatan kapasitaspengawasan di dunia maya, termasuk bekerja sama dengan platform digital internasional untuk memblokir akses ke situs-situs yang menyebarkan judi online.
Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, pemerintah juga semakin tegas dalammenindak praktik judi online. Aparat keamanan dan lembaga-lembaga terkait terusberkoordinasi untuk mengungkap jaringan-jaringan judi online yang tersembunyi. Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah peningkatan kapasitaspengawasan di dunia maya, termasuk bekerja sama dengan platform digital internasional untuk memblokir akses ke situs-situs yang menyebarkan judi online.
Dari perspektif sosial, keberhasilan pemerintah ini juga sangat diapresiasi oleh banyakpihak. Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., misalnya, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pemerintahdalam memberantas judi online. Menurutnya, kehadiran negara dalam memberikanperlindungan kepada masyarakat sangat penting, terlebih bagi generasi muda yang rentan terpengaruh oleh berbagai godaan di dunia maya.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalammelaporkan konten-konten yang berhubungan dengan judi online. Ini adalah bagiandari upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan sehat. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan, karena dengan semakin banyaknyalaporan yang masuk, proses pemblokiran dan penindakan bisa lebih cepat dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mewaspadai dan tidak terlibat dalampraktik judi online yang berbahaya.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, ancaman dari judi online akan terus ada. Namun, dengan komitmen dan kerja keras semua pihak, kita bisa menciptakanlingkungan digital yang lebih sehat dan aman. Maka, masyarakat harus terusmendukung upaya pemerintah dan berperan aktif dalam memberantas judi online. Sebagai masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab, kita harus menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa dari praktik yang merusak masa depan mereka.
Dalam era digital ini, tantangan yang dihadapi semakin kompleks. Judi online bukanhanya sebuah hiburan semata, tetapi juga ancaman serius terhadap moral dan integritas bangsa. Keberhasilan pemerintah dalam menurunkan transaksi judi online adalah langkah positif yang patut diapresiasi, namun ini baru awal dari upaya yang lebih besar. Mari kita semua, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, ikut berperandalam memerangi judi online dengan tidak terlibat dan mewaspadai ancamannya. Keberhasilan ini hanya bisa terwujud jika kita bersatu dan terus mendukung kebijakanyang ada untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
*) Penulis merupakan Mahasiswa yang tinggal di Jakarta.