Adik Ayus Bantah Nissa ‘Sabyan’ Menikah dengan Kakaknya: Tidak Benar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus perselingkuhan Ayus dan Nissa Sabyan terus menjadi perbincnagan panas. Terbaru, muncul isu vokalis Sabyan gambus itu telah menikah hamil anak dari Ayus.

Kabar mengejutkan itu kini sampai ke telinga keluarga Ayus. Sang adik, Fadhila Nova mengatakan kakaknya tidak menikah dengan Nissa.

“Tidak benar ya,” kata Fadhilah.

Pihak manager Nissa pun tak membenarkan kabar tersebut. Namun, ia enggan berkomentar banyak mengenai isu tersebut.

“Aku gak bisa kasih komentar apa-apa,” jawab Owan.

Isu hamilnya Nissa terungkap dari sebuah akun Instagram @indra_obg. Pemilik akun itu menyebutkan rasa terima kasih usai mendapat bingkisan dari pernikahan Nissa.

Namun, pemilik akun itu telah memberikan klarifikasi. Ia mengatakan Nissa yang dimaksud bukanlah personel Sabyan Gambus.

“Sebelum berita yang beredar lebih jauh lagi.. Saya ingin mengklarifikasi berita yang ternyata sudah melebar ntah kemana2.. Bahwasannya nisa yang disebutkan dalam story saya bukanlah nisa selebritis seperti yang beredar luas,” tulis akun @indra_obg.

Kisah perselingkuhan Nissa dan Ayus ‘Sabyan’ berhembus sejak Februari 2021. Alhasil, pernikahan Ayus dengan sang istri Ririe Fairuz berakhir pada perceraian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini