Ujian di Tahun 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, – 2020 adalah tahun berat untuk kita semua bahkan seluruh dunia merasakanya. Bagaimana tidak? ditahun ini Tuhan memberikan ujian kepada kita semua berupa virus corona.

Seluruh dunia mengalami penurunan dalam berbagai sektor, terutama ekonomi. Akibat virus ini banyak sekali karyawan yang menjadi korban PHK, menjadi pengangguran dan tidak mempunyai penghasilan.

Sampai detik ini penyebaran Virus Covid-19 ini masih meningkat. Pemerintah masih terus mencari solusi untuk dapat mengurangi penyebaran virus ini, diantaranya melakukan sistem belajar-mengajar dirumah, kerja di rumah (WFH) dan menganjurkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan diluar rumah. Kalaupun mereka harus melakukan kegiatan diluar rumah harus menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin cuci tanangan dan menjaga jarak.

Walaupun pemerintah sudah gencar mengkampanyekan protokol kesehatan, namun masih banyak sekali masyarakat yang tidak menaati protokol tersebut. Dengan tenangnya mereka beraktivitas diluar rumah tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak antar satu dengan yang lainya.

Selain menggencarkan kampanye untuk mematuhi protokol kesehatan, pemerintah juga memberikan bantuan kepada masyarakat, contohnya saja ditempat tinggal saya, masyarakat yang berdampak pandemi Covid-19 diberikan bantuan berupa uang.

Kita memperingati HUT RI yang ke 75, dan tahun ini perayaannya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Ditahun ini kita tidak bisa melakukan upacara dengan banyaknya peserta, kita tidak bisa mengikuti karnaval yang diadakan setelah upacara. Dan ditahun ini nggak ada yang melakukan kegiatan perlombaan secara besar-besaran.

Walau demikian kita harus tetap semangat untuk merayakannya walaupun hanya dengan keluarga kecil kita, atau teman kerja kita dan sahabat-sahabat kita dalam jumlah yang sedikit.

Dan berikut ini beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan untuk mengisi waktu #17anDirumahAja :

1. Menonton upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih.

Biasanya ketika upacara pengibaran ataupun penurunan bendera, beberapa stasiun TV menyiarkan secara langsung upacara tersebut. Nah, walaupun tahun ini kita tidak bisa mengikuti upacara seperti tahun sebelumnya kita harus tetap berpasrtisipasi contohnya sepeti menonton siaran upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih.

2. Mengambil sikap sempurna
Walaupun kita tidak mengikuti upacara bendera secara langsung, kita harus tetap ikut mengambil sikap sempurna ketika pengibaran bendera dan lantunan lagu Indonesia Raya.

3. Mengenang jasa para pahlawan
Sebagai warga indonesia sudah sepatutnya kita mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia. Jika bukan karena mereka semua tidak mungkin kita bisa merasakan kenikmatan hidup di negara yang merdeka. .

4. Mengadakan lomba #17anDirumahAja
Untuk mengisi hari #17an DriumahAja kita juga bisa membuat lomba dengan keluarga. Kita bisa mengadakan lomba yang bersifat mendidik untuk anak-anak dan lomba yang bersifat mengingatkan kita pada sejarah kemerdekaan Indonesia.

17 Agustus ditahun ini berada dimasa-masa pandemi, tetap berhati-hati dalam menjalani hari-hari. Jangan terlalu berlebihan menghawatirkan diri sendiri, protokol yang dibuat harus kita taati, supaya negara kita tercinta bisa pulih kembali

Stay Healt

Stay Positif

Merdeka

Penulis: Asha Khoirul Huda
Ig: @ashakhoirulhuda
Twitter : @kak_irul

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini