Caraku ‘Membangkitkan’ Indonesia dari Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, – Memasuki usianya yang ke-77, NKRI sudah mengalami berbagai peristiwa. Baik suka atau duka.

Sebagai kaum milenial yang lahir di tahun 1982, saya merasakan beberapa peristiwa yang kurang menyenangkan, seperti reformasi 1998. Pada saat itu saya masih SMA.

Demo yang terjadi di jalanan kota Palembang kala itu membuat saya dan teman-teman harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk sampai ke rumah. Para sopir angkot tidak ada yang mau mengangkut penumpang. Kehidupan kota seperti itu menimbulkan ketakutan.

Belum lagi peristiwa banjir, tanah longsor, gempa, dan peristiwa alam lainnya pun sering terdengar di telinga. Namun, semua itu perlahan ditanggulangi. Kini adalah waktu yang tepat untuk membangkitkan negeri ini dari berbagai bencana. Indonesia harus bangkit, berbenah dalam segala aspek.

Saya sebagai salah satu kaum milenial memiliki cara tersendiri untuk ‘membangkitkan’ Indonesia kembali setelah beragam kejadian yang terjadi. Melalui tulisan, saya bisa menceritakan keindahan Indonesia, tentang alam yang menjadi primadona di luar negeri, atau sekadar berbagi pengalaman sebagai orang tua tentang pendapat dan ide untuk dunia pendidikan dan perkembangan anak.

Saya pun mengajak anak-anak untuk mengenal keragaman budaya Indonesia, tokoh nasional, dan kejadian penting di Indonesia melalui buku bacaan. Dari buku yang saya bacakan bersama anak-anak itu, saya menginginkan bahwa tidak hanya diri saya yang berupaya ‘membangkitkan’ Indonesia, tetapi anak-anak saya juga harus memiliki sikap yang sama seperti saya. Saya tidak ingin mereka lebih bangga dengan negara asing. Saya ingin anak-anak merasa memiliki negara ini sehingga akan berusaha berbuat baik di masa depan.

Sering kali saya akan mengajak mereka berjalan-jalan menyusuri jalanan dan memperlihatkan berbagai hal di sana. Di saat seperti itu, saya dapat mengingatkan mereka untuk selalu bersyukur. Bahwa kehidupan yang tenang seperti sekarang ini berkat jasa perjuangan panjang dari para pahlawan.

Kini, aku bisa berseru lantang dari rumah. “Ayo milenial, bangkitkan Indonesia! Negeri ini butuh milenial tangguh, pekerja, jujur, bertanggung jawab, dan rendah hati. Di tanganmu ada tugas yang harus kau tunaikan dengan sebaik-baiknya.

Tunaikan tugas itu sesuai dengan kemampuanmu. Tunjukkan aksi nyatamu untuk dirimu. Keluarga, masyarakat, bahkan negara Indonesia tercinta. Lakukan semua itu tanpa keluh dan kesah. Karena kau tahu bahwa pahlawan kemerdekaan kita tidak pernah mengeluh saat berjuang.

Yang ada hanya, ‘Hidup atau mati!'”

Penulis: Meliana Aryuni
IG : @Meliirham

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini