Agustus di Masa Pandemi Covid 19

Baca Juga

MATA INDONESIA, – Saat ini, kondisi masih belum stabil. Karena pandemi, semua terhambat. Semua orang dilarang berdekatan, semua orang harus memakai alat pelindung diri agar tidak terkena virus corona ini.

Selama kurang lebih enam bulan, dari bulan Maret hingga kini, kami hanya berdiam diri di rumah. Jangankan keluar untuk bermain dengan teman teman atau sekedar nongkrong dan jalan jalan, kami keluar hanya untuk kepentingan yang mendesak, seperti: membeli makanan. Dan itu pun tidak kami lakukan setiap hari.

Pemerintah pun mengeluarkan himbauan untuk belajar, bekerja dan beribadah dari rumah. Mulai dari sekolah di liburkan hingga kantor di tutup. Semua hal ini dilakukan untuk membatasi adanya pertemuan dan menghindarkan kami dari covid -19 ini.

Karena Covid -19 kami diharuskan untuk melakukan Sosial Distancing. Arti sebenarnya dari sosial distancing adalah menjaga jarak dan bijak dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak perlu keluar rumah jika tidak mendesak, serta menjaga kebersihan dan imunitas tubuh. Namun, dengan adanya sosial distancing bukan berarti kita hanya diam saja di rumah dan tidak bertemu dengan siapa pun.

Bukan pula hanya bermalas malasan di rumah. Sebaiknya, kita tetap produktif dan kreatif walaupun dalam masa pandemi ini. Misalnya, membersihkan rumah sesering mungkin agar terhindar dari virus berbahaya ini. Rutin berolahraga ya, walaupun hanya lari atau sekedar naik sepeda.

Kita tetap bisa kok, menjadi produktif dan kreatif di rumah saja. Dengan mengembangkan hobi yang kita sukai, seperti berkebun, memasak, menulis dan masih banyak lagi. Banyak waktu luang yang lebih baik kita habiskan dengan sesuatu yang bermanfaat bagi kita. Seperti saya yang banyak menghabiskan waktu selama pandemi untuk belajar memasak bersama Ibu saya, lebih mendalami dan mengembangkan kegiatan membaca dan menulis juga menggambar digital yang merupakan hobi bagi saya.

Waktu terasa berlalu dengan cepat. Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki bulan ke-6 yang kini memasuki bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Kemerdekaan ini sangat berarti bagi negara Indonesia. Banyak sejarah yang menceritakan betapa semangat berjuang dan rela berkorban para pahlawan Indonesia untuk meraih sebuah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Maka, kita sebagai warga negara Indonesia harus menghargai dan menghormati tokoh tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Semangat kita dalam memperingati hari kemerdekaan haruslah berapi-api yang membakar jiwa dan berkobar selayaknya pahlawan yang membawa kemerdekaan. Mengingat kembali sejarah 75 tahun yang lalu, saat Indonesia masih menjadi bangsa yang terjajah oleh negara lain. Yang kini telah mendapat kemerdekaan dari hasil perjuangan para pahlawan. Sepatutnya kita merayakan kemerdekaan dengan semangat pahlawan.

Walaupun saat ini masih dalam keadaan pandemi, seluruh rakyat Indonesia telah bersiap siap untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun. Mulai dari memasang bendera Indonesia yakni merah putih yang warna merah nya melambangkan keberanian bangsa Indonesia. Sedangkan warna putihnya melambangkan kesucian. Menghiasi setiap gapura bahkan tembok dengan kreatifitas yang mengambarkan kemerdekaan.

Kemungkinan, kali ini kemerdekaan dirayakan dengan sesuatu yang berbeda. Karena kita tidak mungkin berkumpul atau berkerumun di satu tempat dalam masa pandemi ini. Dan merayakan kemerdekaan dari rumah saja. Namun, kita tidak perlu bersedih atau pun berkecil hati. Kita tetap bisa merayakan kemerdekaan dengan semangat berapi api yang berkobar layaknya para pahlawan.

Dengan menyanyikan lagu kemerdekaan tepat di tanggal 17 Agustus 2020. Dengan khidmat, serta Luangkan waktu sejenak untuk mengingat kembali apa yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan untuk Bangsa Indonesia sampai saat ini. Mari kita hargai jasa jasa para pahlawan yang telah rela berkorban untuk kita, untuk bangsa Indonesia. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan.

Jangan berkecil hati jika tidak ada perayaan lomba di 17an kali ini. Kita tetap bisa kok, mengikuti lomba lomba kemerdekaan daring yang banyak di media sosial. Dengan hal ini kita tetap bisa merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan di rumah saja.

Penulis: Putri Asbih
Ig: @putriasbih
Twitter:@putriasbih
FB:@putriasbih
Youtube: putriasbih

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini