Susah Ngantuk? Begini Cara Mudah Biar Kamu Cepat Tidur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tidak semua orang bisa cepat tertidur meskipun sudah berbaring di ranjang. Biasanya, saat kamu belum juga terlelap, kamu malah berpikiran aneh dan akhirnya menyebabkan kegelisahan hingga insomnia.

Hal tersebut patut dihindari demi mendapatkan kualitas tidur yang baik. Supaya tidurmu bisa lebih cepat, simak yuk tips berikut ini.

1. Jangan Tidur Siang

Tidur siang memanglah nikmat. Apalagi setelah berhari-hari kamu beraktivitas dan tak sempat merasakan tidur di siang hari. Tapi, jika terlalu lama, ini bisa mempengaruhi jam tidur malammu loh. Untuk itu, coba kurangi dosis tidur siangmu agar saat malam hari kamu bisa cepat terlelap.

2. Hindari Gadget

Saat kamu merasa belum ngantuk, kamu akan mengambil gadget dan terus memainkannya. Tanpa sadar, ini juga menyita waktumu untuk tidur lebih cepat. Maka dari itu, coba untuk jauhkan gadget dari ranjangmu ya. Selain baik untuk kesehatan, menghindari gadget sebelum tidur juga bisa membantu kamu tidur tepat waktu.

3. Minum Susu Hangat

Jika merasa cara diatas belum mempan, coba ditambah dengan minum susu hangat. segelas susu atau air hangat juga bisa mempercepat rasa kantukmu karena kandungan non kafeinnya. Jadi, jika susah tidur hindari kopi atau alcohol ya.

4. Mandi Air Hangat

Mandi saat malam hari memang kurang baik untuk tubuhmu. Tapi jika kamu susah tidur, ada baiknya kamu mandi dengan air hangat sebelum jam tidurmu ya. Faktanya, mandi air hangat bisa bikin tubuhmu rileks. Dengan demikian rasa kantuk bisa datang lebih cepat.

5. Dengarkan Musik

Terakhir, mendengarkan musik bisa membuatmu lebih cepat mengantuk loh. Coba deh putar lagu-lagu beritme lembut dan dengan volume kecil. Hal ini bisa mendatangkan kantukmu lebih cepat. Jangan putar lagu galau ya gaes!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini