Facebook Terapkan WFH hingga Juli 2021, Karyawan dapat Uang Saku Rp 14,7 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyebaran wabah corona (covid-19) yang belum pasti kapan usai membuat Facebook mengijinkan para karyawannya untuk kerja jarak jauh dari rumah alias WFH hingga Juli 2021.

Tak hanya itu, Facebook juga akan memberikan uang saku senilai 1.000 dolar AS atau setara Rp 14,7 juta untuk kebutuhan terkait aktivitas bekerja.

Juru bicara Facebook Nneka Norville mengatakan, keputusan tersebut mengacu pada panduan dari ahli kesehatan dan pemerintah.

“Keputusan ini juga diambil dari diskusi internal kami tentang masalah ini, kami mengizinkan karyawan untuk terus bekerja secara sukarela dari rumah hingga Juli 2021,” ujarnya melansir reporter.am, Sabtu 8 Agustus 2020.

Sementara, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, skema bekerja jarak jauh ini akan membantu memajukan Facebook. Pihaknya tetap memikirkan karyawannya yang kemungkinan kembali ke kampung halaman atau pindah ke lokasi lain.

Menurut Zuckerberg, mereka yang ‘kabur’ ke kota-kota berbiaya rendah mungkin kompensasi mereka disesuaikan berdasarkan lokasi baru mereka.

“Kami akan menyesuaikan gaji dengan lokasi Anda pada saat itu. Akan ada konsekuensi bagi orang-orang yang tidak jujur tentang ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini