Antara Gengsi, Gaya dan Kebutuhan, Sosialita Gunakan Tas Branded

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Tas adalah aksesori wajib bagi wanita. Jadi, jangan terkejut kalau banyak wanita yang punya koleksi tas sampai penuh satu lemari!

Selain menunjang penampilan, beberapa wanita justru menjadikan tas sebagai tolok ukur sosial. Wanita sosialita akan memilih tas branded yang mahal, agar sesuai dengan dandanannya yang terkesan mewah dan elegan.

Setiap tahun, ada saja trend terbaru yang dikeluarkan oleh produsen tas kelas dunia. Wanita karir tentunya tidak akan ketinggalan melihat up date harga dan trend tas terbaru itu.

Tas yang trendi dan branded menjadi gengsi sosial dan menunjukkan citra pemiliknya. Jadi, wajar saja kalau wanita rela menghabiskan uangnya, atau mungkin uang suaminya, untuk membeli tas branded yang harganya mahal.

Tapi tahukah Anda, kini gaya hidup kaum sosialita tersebut tak lagi sekadar demi penampilan?

Ragam merek dari tas branded tersebut bisa menjadi satu investasi. Harga jual tas bisa naik sekitar 30 persen setiap tahunnya. Sementara, harga barang second bisa naik sekitar 20 persen dari harga beli lima tahun sebelumnya.

Mengoleksi tas sekaligus investasi menjadi kegemaran bagi selebriti dunia sekaliber Victoria Beckham. Penyanyi sekaligus desainer busana ini memang kerap tampil stylish dengan busana dan aksesori dari brand ternama dunia.

Istri dari pesepak bola David Beckham ini bahkan rela menginvestasikan uangnya sekira Rp 23,7 miliar untuk sebuah tas Hermes bertabur berlian. Konon, tas tersebut khusus dibuatkan berdasarkan pesanannya, sehingga tak ada orang lain yang memiliki model tas serupa.

Gemar membeli tas branded sekaligus berinvestasi juga melekat pada gaya hidup selebritis Nadya Mulya. Aktris dan presenter televisi ini kerap menabung cukup lama untuk membeli salah satu tasnya.

Nadya sadar betul harga tas bermerek, mulai dari Chanel, Louis Vuitton, hingga Hermes yang menjadi favoritnya, bisa mengalami kenaikan hingga 10 persen tiap tahun. Karena itu, model tas klasik selalu menjadi favoritnya.

Jadi jelas ya, kini pecinta tas atau barang mewah, bukan hanya sekadar aksesoris pelengkap gaya belaka. Di balik itu semua, terdapat sebuah investasi dengan nilai yang sangat tinggi.

Contohnya, Hermes Birkin dengan kulit buaya warna pink menjadi item paling mahal yang dijual di balai pelelangan Christie di Hong Kong seharga £146,000 atau Rp 2,3 miliar.

Namun, angka tersebut tidak menjadikan Hermes Birkin sebagai tas termahal, karena predikat tersebut disabet oleh Hermes Himalayan Nilo Crocodile Birkin. Tas ini dilengkapi dengan 200 buah berlian 8,2 karat yang berhasil dilelang seharga £197,000 atau Rp 3,2 miliar.

Bila Anda juga ingin memiliki tas branded mewah, pertimbangkan untuk memilih tas yang harganya lebih terjangkau. BP-Guide merekomendasikan tas Louis Vuitton atau sering disingkat Tas LV yang terkesan mewah, dipakai juga oleh selebriti kelas dunia seperti Rihanna dan Angelina Jolie, maupun selebriti lokal seperti Nikita Willy.

Kesan mewah dari tas keluaran LV juga cocok untuk Anda yang ingin tampil elegan dan menarik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini