Dari Toutia Menuju Douyin hingga TikTok, Persembahan Cina untuk Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjamurnya penggunaan aplikasi TikTok di berbagai belahan dunia, tak lepas dari kepiawaian seorang Zhang Yiming.

Pria lulusan software engineer dari Universitas Nankai ini awalnya mendirikan perusahaan teknologi ByteDance pada Maret 2012. Cikal bakal TikTok bermula di sini.

Di awal pendiriannya, ByteDance meluncurkan aplikasi berita yang bernama Toutiao. Aplikasi ini pun laris manis dan menjadi salah satu yang terbesar di Cina.

Yiming lantas melebarkan sayap ke aplikasi media sosial yang lebih interaktif. Pada September 2016, lahirlah aplikasi video pendek bernama Douyin.

Sama seperti Toutiao, aplikasi pun booming. Dalam waktu 1 tahun saja, Douyin memiliki 100 juta pengguna dan 1 miliar tayangan video setiap hari.

Akibat meroketnya popularitas di negeri asalnya, Douyin lantas menyasar luar negeri dengan mengenakan embel baru yaitu TikTok.

Untuk memperkuat daya jelajah TikTok di pasar internasional, Yiming lantas mengakuisisi aplikasi Musical.ly pada akhir 2017. Sebagai gambaran, aplikasi ini merupakan “raja” platform berbagi video pendek, terutama di pasar Amerika Serikat sebelum TikTok muncul.

Keputusan Yiming mengembangkan TikTok ternyata berbuah manis. Sepanjang tahun 2018, aplikasi tersebut merajai App Store dengan 500 juta kali unduhan lebih.

Sebagian besar pengguna TikTok awalnya diketahui berasal dari anak muda hingga kanak-kanak. Tapi saat ini sudah banyak digunakan oleh politisi, pejabat, artis hingga masyarakat luas.

Maka jangan kaget kalau Kesuksesan Tik Tok memberikan dampak positif bagi ByteDance, terutama Yiming. Dia otomatis jadi kaya raya.

Dilansir dari Forbes, Yiming punya kekayaan hingga 4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 57,4 triliun.

Bahkan pada tahun 2013, nama Yiming di deretan orang terkaya Cina di bawah usia 30 tahun versi Forbes. Kini di usianya yang sudah 34 tahun, Yiming menempati ranking 545 di daftar orang terkaya di dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini