Sumber Kekayaan Kim Hyun Joong, Aktor ‘BBF’ yang Tetep Tajir Meski Kena Kasus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Buat para penggemar drama Korea angkatan lama pastinya kenal dengan sosok Kim Hyun Joong. Popularitasnya meroket usai bermanin dalam drama ‘Boys Before Flowers‘ alias BBF.

Yup, drama yang tayang perdana pada 2019 lalu juga menarik perhatian dan terkenal di kalangan pecinta drama Korea Tanah Air. Anggota F4 versi Korea yang dibintangi Lee Min Hoo, Kim Hyun Joong, Kim Bum, dan Kim Joon digilai cewek-cewek.

Kesuksesan itu tentu saja membuat nama para pemainnya kian populer dan kariernya di dunia hiburan pun semakin meroket tajam. Kekayaan para pemainnya pun tak luput jadi sorotan, tak terkecuali Kim Hyun Joong.

BACA JUGA: 3 Aktris Cantik Korea Ini Bikin Fans Kim Bum Baper, Ada Kim Seo Eun ‘BBF’

Meski sempat tersandung skandal di tahun 2015 lalu, ternyata Kim Hyun Joong rupanya masih tercatat sebagai salah satu idola terkaya pada tahun 2017 lalu. Lalu berapa sih total kekayaan yang dimiliki oleh para pemain Boys Before Flowers?

Tersandung kasus skandal seksual terhadap mantan kekasihnya, kekayaan yang dimiliki aktor berusia 34 tahun ini pun tak berkurang sedikit pun. Pernah diwartakan celebritynetworth pada tahun 2017, Kim Hyun Joong memiliki total kekayaan mencapai US$ 5 juta atau sekitar Rp 74,3 miliar.

Kekayaan tersebut diperoleh aktor tampan ini dari dunia seni peran, musik hingga modelling. Seperti diketahui, Kim Hyun Joong berada di puncak popularitas berkat drama Boys Over Flowers (2009).

Karier musik Kim Hyun Joong bersama boyband SS501 juga meraih popularitas. Bahkan, SS501 kala itu dikabarkan sebagai salah satu boyband termahal dan punya basis penggemar kuat di Korea dan Jepang.

BACA JUGA: Berulang Tahun, Ini 4 Fakta tentang Lee Min Ho yang Jarang Diketahui

Sejak bermain sebagai Ji Hoo di BBF, Kim Hyun Joong kebanjiran tawaran iklan dan menjadi salah satu rising star di dunia akting. Berkat perannya sebagai Ji Hoo ia sukses mendapat penghargaan Best Actor Award di Seoul International Drama Awards 2009 dan penghargaan ‘Popularity Award’ di acara 45th Baeksang Arts Awards.

Setelah BBF, Kim Hyun Joong memang tak banyak bermain drama. Itu pun karena ia juga menjalani karier sebagai penyanyi solo di Korea dan Jepang. Album solo perdananya, Breakdown juga sukses besar.

Sebuah laporan menyebutkan, pria yang merupakan anggota dari SS501 ini memiliki sebuah bangunan bertingkat di wilayah Cheongdamdong di Seoul, Korea Selatan yang dihargai 3,2 juta USD atau sekitar Rp 361 miliar. Cheongdamdong adalah kawasan elite yang juga banyak ditinggali artis kaya lainnya.

Selain itu, Kim Hyun Joong juga telah membelikan orangtuanya sebuah rumah dan mobil. Tak hanya itu, pria kelahiran 1986 ini juga membuat sebuah restoran.

Kim Hyun Joong juga mencintai mobil mewah. Ia memiliki mobil Porsche Cayenne. Jadi, kemungkinan besar total kkeayaan Kim Hyun Joong hingga triliunan rupiah.

BACA JUGA: Astaga! Jimin & Jungkook BTS Pernah Berantem Bak Drama Korea, Sampai Nangis-nangis Pula

Bicara soal kekayaan, rupanya perwakilan dari Kim Hyun Joong sempat membandingkannya dengan Song Joong Ki yang kala itu namanya sedang meroket. Perwakilan itu mengklaim bahwa kekayaan Kim Hyun Joong lebih banyak dari Song Joong Ki.

“Kalau bukan karena skandal, kekayaan Kim Hyun Joong bisa melebihi Song Joong Ki. Skandal itu sangat besar sampai-sampai membahayakan kondisi ekonominya,” kata si perwakilan itu,

Netter yang mendengar ini tentu langsung mengkritik habis-habisan Hyun Joong. Sebab, saat itu dirinya masih terlibat skandal seks dengan mantan pacarnya.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Merah Putih Mesin Pencipta Lapangan Kerja Baru di Pedesaan

Oleh: Ahmad RizaldiDi tengah tantangan ketenagakerjaan yang masih menjadi pekerjaan rumah nasional, pemerintahmenghadirkan terobosan yang berpotensi menciptakan dampak ekonomi langsung hingga ketingkat desa. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadarinstrumen penguatan ekonomi kerakyatan, melainkan juga dapat menjadi salah satu mesinpencipta lapangan kerja terbesar dalam sejarah pembangunan desa di Indonesia. Jika target pembangunan 80 ribu unit koperasi dapat direalisasikan hingga tahun 2029, program inidiperkirakan mampu menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.Angka tersebut bukan sekadar proyeksi di atas kertas. Skema yang dirancang pemerintahmenunjukkan bahwa setiap unit KDKMP akan dikelola oleh satu manajer hasil seleksi nasionaldan didukung sedikitnya 17 tenaga kerja lokal yang diprioritaskan berasal dari desa setempat. Artinya, setiap koperasi yang berdiri akan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang membukakesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan bahwa keberadaan KDKMP dirancang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui aktivitas usaha koperasi, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja yang tersebar merata di berbagai wilayah. Para pekerja yang direkrut akan mengisi berbagai posisi, mulai dari asisten manajer, kasir, pramuniaga, petugas simpan pinjam, petugas gudang, sopir, hingga petugas keamanan. Dengandemikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi pusatpenyerapan tenaga kerja produktif di desa.Kehadiran lapangan kerja di desa memiliki arti strategis yang jauh lebih besar dibanding sekadarangka statistik. Selama bertahun-tahun, urbanisasi terjadi karena keterbatasan peluang kerja di wilayah pedesaan. Banyak generasi muda memilih meninggalkan kampung halaman untukmencari pekerjaan di kota-kota besar. Melalui KDKMP, pemerintah berupaya membangunekosistem ekonomi yang memungkinkan masyarakat memperoleh pekerjaan tanpa harusmeninggalkan daerah asalnya.Pandangan tersebut sejalan dengan gagasan yang disampaikan Qodari bahwa negara sedangmembangun sistem ekonomi desa yang lebih kuat agar petani memperoleh kepastian pasar, usaha masyarakat berkembang, dan generasi muda memiliki peluang untuk bekerja serta meraihkesuksesan di lingkungan mereka sendiri. Dengan kata lain, KDKMP tidak hanya berbicaratentang koperasi, tetapi juga tentang upaya menghidupkan kembali ekonomi lokal secaraberkelanjutan.Tingginya minat masyarakat terhadap program ini menjadi indikator bahwa kebutuhan akanlapangan kerja masih sangat besar. Data panitia seleksi menunjukkan lebih dari 639 ribu pelamarmendaftarkan diri untuk posisi manajer KDKMP dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih. Dari jumlah tersebut, ratusan ribu peserta berhasil lolos seleksi administrasi dan puluhan ribulainnya melanjutkan ke tahapan seleksi kompetensi. Antusiasme tersebut memperlihatkan bahwamasyarakat melihat program ini sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.Lebih jauh lagi, manfaat ekonomi KDKMP tidak hanya berasal dari tenaga kerja yang direkrutsecara langsung. Koperasi juga dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampumenciptakan efek berganda (multiplier effect). Setiap unit akan dilengkapi gerai kebutuhanpokok, layanan keuangan mikro, pergudangan, dukungan logistik, apotek, hingga kliniksederhana. Seluruh aktivitas tersebut berpotensi melahirkan kebutuhan tenaga kerja tambahandan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, keberadaan koperasi sebagai offtaker ataupenyerap hasil produksi masyarakat juga memiliki nilai strategis. Produk pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hortikultura, hingga kerajinan rakyat akan memperoleh akses pasar yang lebih pasti. Ketika hasil produksi terserap dengan baik, pendapatan masyarakat meningkat, aktivitas ekonomi tumbuh, dan kebutuhan tenaga kerja secara alami ikut bertambah.Menteri Koperasi Ferry Juliantono bahkan memperkirakan sekitar 40 ribu KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih dapat mulai beroperasi hingga akhir tahun 2026. Target tersebutmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat implementasi program. Saat ini ribuankoperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik, sementara puluhan ribu lainnya masih dalamtahap pembangunan. Sebagai langkah awal, lebih dari seribu unit koperasi telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Perkembangan tersebut memberikan sinyal bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkanproyek pembangunan ekonomi yang sedang berjalan secara nyata. Jika target 20 ribu koperasiyang direncanakan beroperasi pada Agustus mendatang dapat tercapai, maka dampak terhadappenyerapan tenaga kerja akan semakin terasa dalam waktu relatif singkat.Tentu saja, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah koperasi yang berdiri. Kualitas pengelolaan, profesionalisme sumber daya manusia, keberlanjutan usaha, dankemampuan koperasi menjawab kebutuhan masyarakat akan menjadi faktor penentu utama. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan kualitas dan realisme sebagaimana ditekankanpemerintah patut diapresiasi agar koperasi yang dibangun benar-benar produktif dan tidaksekadar menjadi bangunan fisik.Karena itu, Koperasi Desa Merah Putih layak dipandang sebagai strategi pembangunan yang memiliki dampak sosial dan ekonomi sekaligus. Program ini bukan hanya memperkuat distribusikebutuhan pokok dan pemberdayaan usaha rakyat, tetapi juga menciptakan jutaan peluang kerjayang sangat dibutuhkan masyarakat. Jika dijalankan secara konsisten dan profesional, KDKMP dapat menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis desa mampu menjadi motor penggerakpertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.*) Pengamat Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini