Bergerak Cepat Optimalkan Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM

Baca Juga

*) Oleh: Ahmad Fauzan Wibowo

Transformasi ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi ataupertumbuhan industri skala besar, tetapi juga oleh kemampuan negara memperkuatfondasi ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks tersebut, program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis yang layak diapresiasi karena memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan daya saing produknya. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, sertifikasi halal tidak lagi dipandang sekadar pemenuhan kewajibanadministratif, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam membangunkepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Oleh karena itu, ajakanpemerintah agar pelaku UMKM segera memanfaatkan kuota sertifikasi halal gratis perlu direspons secara cepat dan positif oleh seluruh pelaku usaha.

Lebih jauh, sertifikasi halal saat ini telah berkembang menjadi bagian dari standarmutu produk yang diakui secara luas. Indonesia sebagai negara dengan jumlahpenduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk menjadi pusatindustri halal global. Potensi tersebut tentu tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatanaktif UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, percepatan sertifikasi halal menjadi salah satu kunci untuk memperkuatposisi produk lokal agar mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional yang terus berkembang.

Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, menegaskanpentingnya pelaku usaha segera mengurus sertifikasi halal melalui layanan yang telahterintegrasi secara digital, yakni aplikasi SiHalal dan SEHATI. Langkah digitalisasi inimenunjukkan keseriusan pemerintah dalam memangkas hambatan birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan pelaku usaha. Kemudahan akses layananmemungkinkan proses sertifikasi menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengandemikian, alasan keterbatasan waktu maupun kerumitan administrasi seharusnyatidak lagi menjadi penghalang bagi UMKM untuk memperoleh sertifikat halal.

Jaminan produk halal merupakan bentuk perlindungan negara terhadap konsumenmemiliki relevansi yang sangat kuat dalam konteks ekonomi modern. Konsumen saatini semakin kritis terhadap kualitas dan keamanan produk yang mereka konsumsi. Sertifikasi halal memberikan kepastian bahwa produk telah melalui proses verifikasisesuai standar yang ditetapkan sehingga mampu meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tersebut merupakan modal penting yang dapat menentukan keberhasilan suatu produk di pasar yang semakin kompetitif.

Selanjutnya, sertifikasi halal juga memiliki dimensi ekonomi yang tidak kalah penting. Sertifikasi halal merupakan pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar. Penilaian tersebut sangat beralasan karena sertifikat halal telahmenjadi salah satu syarat penting dalam rantai distribusi modern, termasuk untukmemasuki jaringan ritel besar, platform perdagangan digital, hingga pasar ekspor. Tanpa sertifikasi halal, banyak produk UMKM berpotensi kehilangan peluang untukberkembang lebih jauh. Oleh sebab itu, program sertifikasi halal gratis harusdipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan nilai tambahusaha.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Halal Kanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan, Yauza Efendi, mengingatkan bahwa kewajiban sertifikasi halal akan diberlakukansecara penuh mulai Oktober 2026 untuk berbagai kelompok produk tertentu. Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting bahwa pelaku UMKM tidak bolehmenunda proses sertifikasi hingga mendekati tenggat waktu. Pengalaman berbagaikebijakan sebelumnya menunjukkan bahwa penundaan sering kali menimbulkankepadatan permohonan yang justru menyulitkan pelaku usaha sendiri. Karena itu, memanfaatkan program SEHATI sejak sekarang merupakan langkah yang lebihbijaksana dan strategis.

Lebih dari sekadar memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentangJaminan Produk Halal, kepemilikan sertifikat halal akan memberikan keuntungankompetitif yang nyata. Produk yang telah tersertifikasi cenderung memiliki daya tariklebih besar di mata konsumen karena dianggap memenuhi standar kualitas dan keamanan tertentu. Dalam era keterbukaan informasi saat ini, reputasi produkmenjadi faktor yang sangat menentukan keputusan pembelian. Oleh sebab itu, sertifikasi halal dapat menjadi instrumen efektif untuk memperkuat citra produksekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Di sisi lain, pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang mengajukanpermohonan, tetapi juga aktif mendatangi sentra-sentra UMKM. Pendekatan inimencerminkan model pelayanan publik yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan hadir langsung di lapangan, berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara lebih cepat.

Sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga upayamembuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Hal ini menunjukkanbahwa kebijakan sertifikasi halal memiliki dimensi pembangunan ekonomi yang sangat kuat. Ketika semakin banyak UMKM memperoleh sertifikat halal, makapeluang mereka untuk menjangkau pasar yang lebih besar akan semakin terbuka. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berdampak pada peningkatan omzet, perluasanlapangan kerja, dan penguatan ekonomi daerah.

*) Koordinator  Program Sertifikasi Halal Daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini