Soal dan Jawaban Materi Sahabat Pelangi Kelas 1-3 SD di TVRI 29 Juli 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Program Belajar dari Rumah TVRI hingga kini masih terus berlanjut di masa new normal corona (covid-19).

Berikut soal dan kunci jawaban materi ‘Sahabat Pelangi’ di TVRI untuk kelas 1-3 SD pada Rabu, 29 Juli 2020, dilansir dari Kemdikbud :

1. Mengapa Nisa mengusulkan untuk menggunakan musik tradisional dalam kegiatan senam? Jelaskan alasanmu!

Nisa menggunakan musik tradisional karena Indonesia memiliki berbagai jenis musik tradisional.

Selain itu, lagu tradisional juga ada yang cocok untuk digunakan senam. Dengan menggunakan lagu daerah, kita sekaligus bisa melestarikannya dan jadi bukti cinta tanah air.

2. Tuliskan 5 judul lagu daerah dan daerah asalnya, selain dari yang telah dicontohkan pada video!

Cik Cik Periuk = Kalimantan Barat
Ampar-ampar isang = Kalimantan Selatan
Bolelebo = Nusa Tenggara Timur
Soleram = Riau
Apuse = Papua
Waktu Hujan Sore-sore = Maluku
Bungong Jeumpa = Aceh
Dewa Ayu = Bali
Nyok Miak = Bangka Belitung
Dayung Sampan = Banten

3. Menurutmu, bagaimana usaha Nisa dan teman-temannya untuk jadi yang terbaik dalam kegiatan senam?

Kelompok Nisa sudah melakukan yang terbaik. Mereka sudah latihan dengan serius.

Akan tetapi mereka hanya mendapatkan nilai B+. Hal itu karena Chanda dan Wayan sempat salah gerakan.

Selamat belajar dan semoga membantu!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini