Makin Panas! Mantan Istri Bongkar Kelakuan Reza Smash: Baru 3 Hari Cerai Ketahuan Bawa Pulang Cewek ke Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Perceraian Reza Smash dan sang istri, Fabiola tengah menjadi sorotan publik. Tak diketahui pasti alasan keduanya memutuskan bercerai.

Namun, baru-baru ini netizen dikejutkan dengan curhatan Fabiola soal rumah tangganya dengan Reza di Insta Story. Dalam postingan tersebut, Fabiola membongkar kelakuan asli Reza Smash yang menjadi pemicu terjadinya perceraian.

Fabiola membeberkan sejumlah kesalahan Reza yang dilakukan saat masih menjadi suami hingga keduanya berpisah.

“Nih ya aku ceritain sedikit deh. Kepancing ugha kalo begindang. ‘Feb kita pisah baik-baik ya jangan pisahin aku sama Killian ya’. ‘Iya pisah baik-baik aku nggak ada niatan pisahin kamu sama Killian. Cuman aku minta kamu bantu-bantu kirim uang buat Killian’,” tulisnya.

“Aku juga minta kamu jangan barbar dulu lahh. Pisah bukan berarti harus kembali ke bad habitmu yang lama (maen cewek, mabuk, narkoba, dll). ‘Iya janji aku nggak akan kaya gitu, aku mau bebenah diri dulu mau perbaiki hidupku dulu baru abis itu kita mikirin lagi ya kedepannya gimana’,” lanjutnya, dikutip dari Instagram, Jumat, 26 Juni 2020.

Fabiola pun bercerita bahwa usai beberapa hari bercerai, ia mendapati Reza membawa pulang seorang cewek ke rumah.

“Lalu, jreng jreng 3 hari kemudian si laki satu ini bawa pulang cewe wuh applause beb,” sindir Fabiola.

Fabiola mengatakan dirinya mengumbar kelakuan Reza tersebut ke publik lantaran kesal dengan pemberitaan banyak media yang menyudutkan namanya.

“Jangan mentang-mentang gua nggak terkenal kayak lu, lu bisa ngomong seenaknya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini