Heboh Teror Pembunuhan Lisa Blackpink, Bakal Ditembak Mati Saat Comeback

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar menggegerkan datang dari dunia K-pop. Lisa Blackpink mendapat ancaman pembunuhan dari haters misterius.

Menurut laporan Bangkok Post, kabar ini diungkapkan oleh Kedutaan Besar Thailand di Seoul lewat akun Twitter resminya. Pihak kedutaan mengatakan jika mereka mendapat banyak e-mail dan pesan Twitter berisi ancaman untuk Lisa Blackpink.

Menindaklanjuti laporan tersebut, YG Entertainment langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyatakan akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan terkait ancaman tersebut.

“Kami melakukan upaya terbaik kami untuk memastikan keamaan artis dan penggemar kami. Kami juga mengetahui masalah ini.”

“Kami akan mengumpulkan, dan meninjau bukti yang dikumpulkan melalui pemantauan kami, dan juga dari penggemar.”

“Kami akan mengambil tindakan tegas tanpa keringanan hukuman,” kata juru bicara YG Entertainment dikutip dari Koreaboo, Minggu, 10 Mei 2020.

Sebelumnya, diketahui ada seorang hater yang mengunggah ancaman pembunuhan terhadap Lisa. Ia mengancam bakal menembak mati Lisa saat idol cantik itu comeback Juni nanti.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini