Tegar ‘Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang’ Nikah di Umur 18 Tahun, Ini Potret Istrinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masih ingat dengan Tegar Septian? Itu lho penyanyi cilik yang dulu heboh karena lagunya ‘Aku Yang Dulu Bukan Yang Sekarang’. Dia udah nikah lho.

Pada Jumat 20 Maret 2020 kemarin, Tegar baru saja melangsungkan akad nikah. Remaja 18 tahun itu mempersunting kekasihnya, Sarah Sheilka.

Hal itu diketahui dari unggahan di Instagramnya. Dalam captionya, Tegar Septian memohon doa untuk keluarganya.

“Minta do’a nya buat semua semoga tegar menjadi keluarga yang SAMAWA aminn @sarahsheilka,” tulisnya.

Menikah di usia muda, tentunya Tegar kembali jado sorotan. Siapa sih wanita yang mampu merebut hatinya itu? Yuk intip potretnya berikut ini:

1. Ternyata seorang selebgram

View this post on Instagram

Who is hotter? Red or Yellow??

A post shared by •Gold Diamond• (@sarahsheilka) on

2. Sama-sama muda, istrinya kelahiran 1997

3. Punya bisnis pakaian

View this post on Instagram

One two three.

A post shared by •Gold Diamond• (@sarahsheilka) on

4. Masih imut-imut ya?

5. Cakepan pakai kerudung atau gak?

View this post on Instagram

Mrs.Grey?

A post shared by •Gold Diamond• (@sarahsheilka) on

6. Suka main game online

View this post on Instagram

T•H•R•E•E Of PINK

A post shared by •Gold Diamond• (@sarahsheilka) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini