Siap-siap! Cuma 13 Rute Ini yang Dioperasikan Transjakarta Pekan Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Guna mengantisipasi penyebaran wabah corona (covid-19), PT Transportasi Jakarta kembali memberlakukan pembatasan operasional bus TransJakarta. Kebijakan ini akan dimulai pada Senin 23 Maret 2020. Rencananya cuma 13 rute utama TransJakarta yang akan beroperasi.

“Rute hari Senin hanya rute di dalam koridor. Rute mikrotrans, nonbus rapid transit, royal trans, bus perbatasan kami setop operasi per hari Senin,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama TransJakarta Yoga Adiwinanto, di Jakarta, Jumat 20 Maret 2020.

Sebelumnya kebijakan ini sempat diterapkan pada Senin, 16 Maret 2020 lalu. Namun akhirnya dievaluasi lantaran memicu antrean panjang penumpang dan mendapat koreksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun 13 rute yang tetap beroperasi antara lain sebagai berikut.

Blok M-Kota
Pulo Gadung 1-Harmoni
Kalideres-Pasar Baru
Pulo Gadung 2-Tosari
Kampung Melayu-Ancol
Ragunan-Halimun
Kampung Rambutan-Kampung Melayu
Lebak Bulus-Harmoni
Pinang Ranti-Pluit
PGC 2-Tanjung Priok
Kampung Melayu-Pulo Gebang
Penjaringan-Sunter Boulevard Barat
13A Puri Beta-Blok M

Selain itu, TransJakarta juga akan memberlakukan pembatasan jam operasional. Mulai Senin, TransJakarta hanya akan beroperasi dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

“Angkutan malam hari kami tiadakan per hari Senin. Kapasitas tiap bus akan kami batasi,” ujar Yoga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini