Nama Anaknya Betawi Banget, Young Lex: Aku Suka Sama Culture-nya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rapper Young Lex membeberkan alasan mengapa nama anak pertamanya Betawi banget. Ia bilang, hal ini lantaran istrinya, Eriska Nakesya merupakan keturunan Betawi.

Seperti diketahui, anak perempuannya yang baru lahir pada 22 Desember 2019 lalu diberi nama Zaenab Alexander.

“Alasan satu kasih nama Zaenab, karena dia (istrinya) memang orang Betawi, dan aku suka sama culture Betawi,” ungkap Young Lex saat di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 6 Februari 2020.

Lebih lanjut Young Lex mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyukai pantun dan lawakan-lawakan orang Betawi.

“Dan aku besar juga di lingkungan Betawi, aku suka sama pantun mereka. Lawakan mereka dan menurutku wanita Zaenab itu anak perempuan yang baik dan simpel dan pas dia besar nggak pasaran juga,” katanya

Saat pacaran, Young Lex mengatakan kerap memanggil sang istri Zaenab. Itulah yang menjadi alasan anaknya diberi nama Zaenab.

“Jadi dulu gue juga suka manggil dia (istri) itu Zaenab jadi pas anak lahir gue bilang namanya Zaenab aja ya. Dia mah iya iya aja,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini