Ingin Gabung Teroris MIT Ali Kalora, 2 Pria di Poso Dibekuk Aparat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tim dari Polda Sulawesi Tengah membekuk dua orang terduga simpatisan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabuapaten Poso pada Selasa 4 Februari 2020 lalu.

Diduga kuat, dua pria yang diamankan di wilayah pegunungan itu berencana bergabung menjadi anggota MIT, yang diketahui kini dipimpin oleh salah satu teroris paling dicari, Ali Kalora.

“Dua hari yang lalu kita berhasil menangkap ada dua orang simpatisan MIT yang ingin bergabung ke atas,” kata Kepolda Sulawesi Tengah Irjen Syafril Nursal, Kamis 6 Februari 2020.

Syafril menyebut, kedua terduga teroris simpatisan MIT itu berinisial I dan M. Keduanya diamankan beserta sejumlah barang bukti dan kini tengah menjalani pemeriksaan ketata oleh Polda Sulteng.

“Ada banyak bukti yang diamankan itu yang persiapan untuk dibawa di atas, banyak sekali barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan mereka,” ujar Syafril.

Dia berharap melalui Operasi Tinombala kali ini, dapat menyelesaikan persoalan-persoalan terorisme di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini