Korona Menyerang Amerika Serikat, Dua Orang Terinfeksi Ditemukan

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Virus korona sudah menyerang Negeri Paman Sam. Otoritas Amerika Serikat mencatat sudah ada dua orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut, sementara 50 kasus serupa tengah dalam penyelidikan mendalam.

Pejabat senior di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Nancy Messioner menyebut pihaknya kini telah menguji 63 sampel dari pasien di 22 negara bagian, sebagai upaya penanganan lebih lanjut virus corona.

Dari pemeriksaan itu, 11 ditemukan negatif, sementara dua orang positif terinfeksi virus korona. Saat ini pengujian lebih lanjut sedang berlangsung di kantor pusat agensi di Atlanta, Georgia.

Salah satu pasien yang berasal dari Chicago telah melakukan perjalanan ke Wuhan pada akhir Desember sebelum kembali ke AS pada 13 Januari, atau beberapa hari sebelum pemeriksaan kesehatan dimulai di bandara-bandara utama bagi para pelancong yang berasal yang datang dari kota-kota terinfeksi.

Pasien tersebut mulai mengalami gejala dan memanggil penyedia layanan kesehatannya, dan kemudian dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di ruang isolasi.

AS mengkonfirmasi kasus pertama infeksi awal pekan ini, seorang pria berusia tiga puluhan dari negara bagian Washington yang juga melakukan perjalanan ke Wuhan baru-baru ini dan juga melaporkan dirinya kepada pihak berwenang setelah mengalami gejala ringan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini