Hasil Studi: Orang dengan Sedikit Pengetahuan Cenderung Banyak Berkomentar

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sepertinya, pepatah ‘tong kosong nyaring bunyinya’ benar-benar terbukti secara ilmiah. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Pew Research Center di AS, orang dengan pengetahuan yang dangkal cenderung lebih banyak berkomentar seolah lebih banyak tahu.

Mengutip New York Post, penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini melakukan studi dengan kasus makanan yang dimodifikasi secara genetik. Para pakar gizi telah menggolongkan makanan ini aman dimakan dengan 88 persen dukungan dari ilmuwan.

Namun, dari 100 persen orang yang memakan makanan tersebut, hanya 37 persen yang sependapat dengan para pakar gizi dan ilmuwan.

Secara mengejutkan, lebih 60 persen orang justru tidak sependapat atau bertentangan dengan pakar gizi dan ilmuwan serta fakta ilmiah yang ada. Peneliti menyebut, orang-orang dengan pengetahuan minim namun berbicara seolah lebih tahu ini menderita gejala ‘illusion of knowledge’.

Bahkan, peneliti menemukan beberapa pendapat yang sangat jauh bertentangan dari hasil penelitian. Dari hal ini peneliti menyimpulkan, tingkat kecerdasan seseorang sangat berpengaruh pada apa yang disampaikannya di muka umum.

Sebelumnya, topik mengenai hal seperti ini juga tengah hangat diperbincangkan dengan keluarnya buku The Death of Expertise atau Matinya Kepakaran dari penulis Tom Nicholls.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini