Innalillah! Ketua PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas Tutup Usia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Yunahar Ilyas dikabarkan tutup usia pada Kamis 2 Januari 2020 malam pukul 23.47 di Yogyakarta.

Kabarnya, Prof Yunahar tutup usia setelah menjalani perawatan di RS Sardjito Yogyakarta. Ia diketahui sudah lama sakit dan harus menjalani cuci darah.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun, telah meninggal dunia ayahanda kami Buya Yunahar Ilyas pada tanggal 2 Januari 23.47 di RS Sardjito Yogyakarta, semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Muhammad Hasnan Nahar, putra Yunahar Ilyas.

Yunahar yang merupakan putra asli Sumatera Barat ini dikenal sangat konsisten mendakwahkan Islam ke berbagai wilayah. Berkali-kali dia menekankan dakwah Islam harus mencerahkan dan menginspirasi umat sehingga menggerakkan mereka untuk membangun bangsa dan peradaban.

Semasa hidup, Yunahar dikenal sebagai pengurus pusat Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan guru besar Universitas Muhammadiyah di Yogyakarta. (ryv)

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini