Hati-Hati Denda Rp 500 ribu, Ikuti 4 Imbauan Ini Saat Berwisata Tahun Baru di Kebun Binatang Ragunan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Libur Natal dan Tahun Baru telah tiba. Waktu yang tepat untuk berkumpul dan bersenang-senang bersama keluarga.

Berbagai objek wisata pun menjadi serbuan warga yang ingin berekreasi di libur panjang. Salah satu yang paling populer diantaranya ialah Kebun Binatang Ragunan.

Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp3.000 – Rp 4.000 saja Kamu bisa melihat ratusan spesies dan ribuan spesimen satwa yang tersebar di area seluas 140 hektar tersebut.

Pada Libur Natal dan Tahun Baru, jumlah pengunjung di kebun binatang ini meningkat drastis dari hari biasa. Bahkan libur awal tahun nanti diperkirakan ratusan ribu orang akan mendatanginya.

Untuk menjaga suasana tertib dan nyaman saat jumlah pengunjung meningkat, Staff Layanan Informasi Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Berikut isinya :

1. Utamakan Mengendarai Transportasi Umum

Melonjaknya jumlah pengunjung dikhawatirkan dapat menambah pula volume kendaraan di sekitar kawasan Ragunan. Pengelola mencemaskan hal ini dapat mengganggu kelancaran lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan yang parah.

Maka pengelola menyarankan kepada pengunjung lebih mengutamakan transportasi umum daripada transportasi pribadi. Transportasi umum yang biasa digunakan ialah Trans Jakarta, Commuter Line, Ojek Online, hingga angkot.

2. Awasi Putra-Putri Anda dengan Baik.

Bagi pengunjung yang membawa putra-putri diharapkan untuk senantiasa dijaga agar tidak terpisah dengan anggota keluarga. Hal itu sering terjadi saat pengunjung tempat wisata tersebut meningkat tajam.

3. Jagalah Kebersihan

Pengelola juga berharap agar pengunjung ikut menjaga kebersihan. Hal itu disosialisasikan dengan memasang spanduk, banner, hingga memberi imbauan langsung dari pusat informasi.

Tak hanya itu, pengelola kebun binatan akan memberlakukan Perda Nomor 3 tahun 2013 yang akan menerapkan denda Rp 500 ribu kepada pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

4. Dilarang Memberi Makan Satwa

Menurut Pengelola Ragunan, pengunjung sering sekali ketahuan memberi makan sembarangan kepada satwa. Selain tidak sesuai dengan jenis makanan satwa, pemberian makan tersebut juga menyalahi porsi makan satwa yang telah ditetapkan pengelola.

Kebiasaan buruk itu juga dapat menyebabkan satwa berisiko terkena penyakit berbahaya seperti diabetes melitus dan jantung. Hal itu akan mengganggu kelestarian satwa terutama satwa langka.(Marizke)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini