Ditjen PAS Bongkar Kamar Mewah di LP Sukamiskin, Tahun 2020 Semua Standar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Terbongkarnya kamar-kamar mewah milik para napi koruptor di Lembaga Pemasyarakata (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Membuat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM berjanji membongkar kamar tersebut.

“Pihak Lapas Sukamiskin saat ini sedang melaksanakan perapihan dan membongkar seluruh kamar hunian, termasuk tiga kamar besar yang dipertanyakan komisioner Ombudsman milik mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan Bendahara Umum Demokrat Anas Urbaningrum, dan mantan Kakorlantas Polri Djoko Susilo,” ujar Kepala Bagian Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto.

Ade mengklaim kamar-kamar mewah yang tak sesuai ketentuan itu sudah tak ada lagi pada 2020. Menurutnya, perbaikan kamar Lapas Sukamiskin sesuai standar dengan mempertimbangkan kesehatan, sanitasi, ventilasi, pencahayaan, serta berbasis HAM.

Awal tahun 2020, seluruh kamar hunian Lapas Sukamiskin sudah sesuai standar hunian berbasis HAM, serta tidak ada diskriminasi pemberian fasilitas mewah atau perlakuan khusus kepada narapidana tertentu, termasuk kepada Setnov, Nazarudin, Djoko Susilo dan lainnya.

Ade menyatakan terdapat 557 kamar di Lapas Sukamiskin, dengan tiga tipe ukuran. Kamar berukuran kecil (2,48×1,58 meter) sebanyak 476 unit, kamar berukuran sedang (2,48×3,3 meter) sebanyak 78 unit, dan kamar besar (2,48×7 meter) sebanyak tiga unit.

Sebelumya, Ombudsman RI menemukan kejanggalan pada sel terpidana korupsi Setya Novanto di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala mengatakan pintu sel mantan ketua DPR itu dikunci dengan gembok sensor sidik jari.

Selain itu, kata Adrianus, ukuran kamar masih lebih luas ketimbang sel yang ditempati terpidana lain.

Ia menjelaskan kondisi sel Setya Novanto masih terdapat lantai yang tidak sesuai standar sebagaimana sel lain, termasuk masih ada kitchen set dan tempat tidur milik pribadi.

Ombudsman juga mendapati kamar mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Djoko Susilo yang lebih luas. Adrianus mengungkapkan luas sel yang dihuni dua kali lipat dibanding sel yang dihuni terpidana lain.

Berita Terbaru

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *)Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi.Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi.Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian.Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini