Kuy! Intip 5 Film Jadul Terbaik Karya Steven Spielberg

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Steven Allan Spielberg dikenal sebagai sutradara dan produser ngetop asal Hollywood dengan karyanya yang tak bisa diragukan. Lahir di Ohio 18 Desember 1946, Spielberg dikenal mencetuskan film-film blockbuster musim panas di Amerika Serikat.

Kini usianya sudah memasuki 73 tahun. film-filmnya pun menjadi saksi perjalanan hidupnya. Dari sekian banyak karyanya yang memperoleh prestasi, inilah 5 film terbaik Steven Spielberg.

1. Jaws (1975)

Jaws 1975

Jika kamu penggemar film yang menceritakan ganasnya seekor hiu di lautan, pasti kamu tahu film ini. Jaws dirilis pada 1975 dan memiliki 3 sekuel lainnya yang tak kalah sukses. Kabarnya, Jaws juga menjadi pelopor film Blockbuster Summer Movies.

Film thriller yang diangkat dari novel Peter Benchley inipun sukses meraih Oscar kategori Best Sound, Best Film Editing, dan Best Original Dramatic Score.

2. Raiders of The Lost Ark (1981)

Raiders of The Lost Ark

Film pertama dari seri Indian Jones ini juga menjadi salah satu film terbaik Spielberg. film ini menceritakan seorang profesor sejarah yang ditugasi oleh pemerintah AS untuk menemukan Ark of the Covenant sebelum direbut oleh Nazi.

Hasil visual petualangan yang ditampilkan di film inipun sangat menghibur. Film ini kemudian masuk nominasi Oscar lewat kategori Best Picture, Best Director, Best Original Score, Best Cinematography, Best Art Direction, Best Film Editing, Best Sound, Best Visual Effects dan Best Sound Effects Editing.

3. Jurassic Park (1993)

Jurassic Park

Dikabarkan sebagai pionir penggunaan CGI dalam sebuah film, Jurassic Park termasuk film science-fiction terbaik yang pernah ada. Film yang pertama kali rilis pada musim panas 1993 ini diadaptasi dari novel best seller karya Michael Chricton dan berhasil meraup keuntungan sebesar 402 juta dolar AS.

Film ini pun kemudian meraih Oscar lewat kategori Best Sound dan Best Sound Effects Editing berkat suara-suara dinosaurus yang menggelegar.

4. Schindler’s List (1993)

Schindler’s List

Film yang menceritakan Oskar Schindler dalam menyelamatkan warga Yahudi di Polandia dari peristiwa Holocaust yang dilakukan ini menjadi salah satu film terbaik Steven Spielberg.

Film ini pun ditampilkan dengan format hitam putih. Dibintangi oleh Liam Neeson, Ralph Fiennes dan Ben Kingsley, Scindler’s List kemudian sukses di keseluruhan ajang penghargaan film dunia.

5. Saving Private Ryan (1998)

Saving Private Ryan

Diperankan apik oleh Tom Hanks, Saving Private Ryan memiliki setting Perang Dunia II yang kabarnya menjadi film bertemakan perang paling realistis. Meski memiliki durasi 3 jam lamanya, kamu dijamin gak akan bosan dan ngantuk karena lewat film ini, Spielberg menampilkan adegan perang yang seru dan mendebarkan. (Annastasya Rizqa/RyV)

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini