Cari Cadangan Air, NASA akan Kirim Robot ke Bulan Tahun 2022

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL - Sebuah robot berukuran kereta golf akan dikirim oleh NASA pada 2022 mendatang. Kabarnya, robot itu akan bekerja mencari potensi cadangan air di bawah permukaan bulan.

NASA berharap, jika robot dapat menemukan keberadaan air, maka kemungkinan bisa dipakai astronot untuk minum ketika tengah bekerja di bulan.
Isu keberadaan air di bawah permukaan bulan bermula dari seorang administrator NASA, Jim Bridenstine, yang yakin bahwa ada kantong-kantong berisi ratusan juta ton es nantinya akan dapat menolong semua orang.
“Mengapa ini penting? Karena es mewakili sesuatu yang signifikan. Dukungan seumur hidup,” ujar Bridenstine pada Jumat 25 Oktober 2019 di Kongres Astronautika International.
Robot tersebut nantinya akan dinamai VIPER. Robot itu diperkirakan akan tiba di wilayah kutub selatan bulan pada  Desember 2022, membawa empat instrumen untuk sampel tanah bulan untuk jejak hidrogen dan oksigen, komponen dasar air yang dapat dipisahkan dan disintesis menjadi bahan bakar untuk armada lunar komersial yang direncanakan meluncurkan kendaraan.
Dalam pengembangan di Pusat Penelitian Ames NASA di California, robot VIPER akan mencatat sekitar 100 hari data yang akan digunakan untuk menginformasikan peta sumber daya air global pertama bulan.
NASA sedang dalam proses memulai program Artemis-nya. Program itu merupakan misi yang dipercepat untuk menempatkan orang kembali ke bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1970-an untuk melatih dan membuktikan teknologi yang nantinya akan dikirim dalam misi Mars.
Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini