Mobil Raffi Ahmad Hangus, Ini Penjelasan Lamborghini Bahwa Produknya Terbakar Tiba-tiba

Baca Juga
MINEWS, JAKARTA-Mobil Lamborghini Aventador milik artis Raffi Ahmad terbakar di Sentul, Sabtu 19 Oktober 2019. Belum tahu apa penyebab secara pasti kenapa mobil puluhan miliar itu bisa terbakar.
Mengutip Ototider.com, diketahui sebelumnya Lamborghini memang pernah menarik kembali alias recall dua produk andalan mereka yaitu Veneno dan Aventador. Pasalnya, ada permasalahan teknis yang harus diperbaiki oleh pabrikan asal Italia tersebut.

Ada 12 unit hypercar Lamborghini Veneno yang di antaranya 3 unit model coupe dan 9 unit model roadster, serta 5.900 unit Lamborghini Aventador bermasalah pada sistem pasokan bahan bakarnya. Deteksi masalah ini diduga bisa membuat supercar tersebut bisa terbakar hangus dengan sendirinya.

Masalah ini dapat dideteksi dari sistem kontrol emisi yang tidak bisa membakar uap BBM secara sempurna. Hal ini menyebabkan timbulnya uap berlebihan dan bisa menempel ke sistem gas buang yang memiliki tempratur sangat tinggi, apalagi saat mobil digunakan untuk berakselerasi. Ini jelas berpotensi tinggi menyebabkan terjadi kebakaran.

Memang belum ada yang mengalami malapetaka tersebut, namun menurut United States National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalah ini malah melibatkan seluruh Aventador dan Veneno yang ada mulai yang dirakit sejak 22 Mei 2011 hingga 5 Desember 2016 dan diwajibkan untuk membawanya ke bengkel.

Memang belum diketahui apakah unit di Indonesia terkena atau tidak. Tapi ada baiknya bagi pemilik Lamborghini di Indonesia bisa menanyakan informasi lebih lanjut ke Lamborghini Jakarta di jalan TB. Simatupang.

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini