Wamena Sudah Aman, TNI AU Siap Kembalikan Pengungsi dari Jayapura dan Sekitarnya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Kota Wamena sudah aman, Komandan Pangkalan TNI-AU Silas Papare Jayapura Marsekal Pertama TNI Tri Bowo Budi Santoso siap mengembalikan para pengungsi di ibukota Papua tersebut.

Pengungsi terbanyak memang diangkut ke Jayapura namun ada juga yang diterbangkan ke Merauke dan Timika.

“TNI AU siap mengerahkan hercules untuk mengangkut kembali pengungsi yang ingin kembali ke Wamena mengingat keamanan di kawasan itu mulai kondusif. Namun hingga kini belum ada yang mendaftar dan menyatakan ingin kembali,” Tri Bowo, Senin 7 Oktober 2019.

Seperti dilansir antara, Tri mengatakan jumlah pengungsi yang diangkut hercules TNI-AU keluar dari Wamena lebih dari 10.000 orang dan yang terbanyak diterbangkan ke Sentani.

Saat ini, hercules yang ada tidak lagi mengangkut pengungsi karena digunakan untuk mendukung kunjungan Panglima TNI di Papua.

Unjuk rasa sadis-anarkis di Wamena pada 23 September 2019 menyebabkan 32 orang meninggal dunia, sebagian besar para pendatang. Selain itu dari 1.000 bangunan serta kendaraan dibakar serta dirusak.

Peristiwa kerusuhan di Wamena telah memicu ketakutan ribuan orang pendatang sehingga keluar dari kota itu untuk mencari daerah yang aman atau kembali ke kampung halaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini