Jijik Banget! Beli Celana Kerja, Wanita Ini Malah Temukan Pembalut Bekas Penuh Darah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Buat para cewek-cewek pastinya tahu jika membuang pembalut bekas pakai memiliki etika tersendiri. Kalau di Indonesia biasanya pembalut bekas pakai dicuci hingga bersih baru kemudian dibuang setelah dibungkus dengan rapat.

Namun baru-baru ini, hal menjijikan yang berhubungan dengan pembalut dialami seorang wanita berusia 20 tahun asal Washington, Amerika Serikat, bernama Peyton.

Melansir dari China Press, ia pergi ke supermarket Walmart untuk membeli celana panjang untuk bekerja. Namun, celana yang ia beli ternyata ada pembalut bekas pakai yang berlumuran dengan darah.

Hal ini baru ia sadari ketika Peyton mengenakan celana panjang tersebut untuk bekerja pada hari berikutnya. Ia merasakan ada benda yang menonjol di bagian saku belakang celananya.

“Semakin lama saya mengenakan celana, semakin salah rasanya. Saya memutuskan untuk memotong jahitan saku celana dan memeriksanya,” kata Peyton dikutip dari China Press.

Ia dihadapkan dengan pembalut bekas yang masih ternoda gumpalan darah yang berubah warna yang menjijikan.

“Benar-benar menjijikkan! Saya tidak pernah berpikir saya akan pernah melihat hal seperti ini. ”

Peyton segera membawa celana itu kembali ke toko tempat seorang operator Walmart meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian itu. Selain permintaan maaf, Peyton menerima pengembalian uang penuh untuk celana dan kartu hadiah sebagai kompensasi.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini