Situs SPMB Diapresiasi Masyarakat, Kadiskominfo Tangsel: Bukti Layanan Publik Makin Transparan

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews – Menanggapi banyaknya apresiasi dari orang tua murid terkait situs pendaftaran yang antiribet dan stabil, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyatakan bahwa hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pelayanan publik di Tangsel kini semakin matang, transparan, dan berpihak pada kenyamanan warga.

Asep pun mengajak masyarakat agar terus memanfaatkan fitur pantauan langsung yang ada di situs resmi guna melihat persaingan nilai atau jarak secara terbuka tanpa rasa waswas.
“Apresiasi dari masyarakat ini menjadi energi tambahan bagi kami. Sejak awal, sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini kami rancang sangat transparan. Ayah dan Bunda bisa memantau langsung posisi seleksi anaknya secara real-time lewat HP dari rumah. Semua jujur, terbuka, dan mengikuti aturan yang ada, jadi tidak ada ruang untuk intervensi atau ‘titip-menitip’ bangku sekolah,” kata TB Asep Nurdin di Ciputat, Kamis 2 Juli 2026.

Asep menjelaskan bahwa kelancaran sistem tahun ini terjadi karena tim teknis Diskominfo telah melakukan penguatan server dan simulasi beban berkali-kali sebelum pendaftaran dibuka. Selama masa pendaftaran pun, tim cyber disiagakan 24 jam penuh untuk memantau arus trafik.

Ia juga menyelipkan tips ringan agar para orang tua memastikan koneksi internet di rumah atau di HP masing-masing dalam kondisi stabil saat mengunggah berkas penting seperti Kartu Keluarga atau ijazah.

“Kami siapkan sistem ini senyaman mungkin supaya orang tua tidak perlu lagi repot-repot datang dan mengantre di sekolah hanya untuk mencari informasi atau mendaftar. Cukup dari rumah saja,” jelasnya.

Kelancaran sistem ini dirasakan langsung di lapangan. Banyak orang tua murid yang mengaku kaget sekaligus lega karena proses pendaftaran tahun ini jauh lebih mudah dari yang mereka bayangkan.

Umar, salah satu warga Kecamatan Setu, menceritakan pengalamannya saat mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 8 Tangsel melalui jalur zonasi (domisili).

“Jujur awalnya saya deg-degan, Mas. Biasanya kan kalau hari pertama pendaftaran dibuka, website-nya langsung lemot atau error karena diserbu bareng-bareng. Tapi kemarin pas saya coba buat akun dan unggah berkas, ternyata lancar-lancar saja. Menunya gampang dipahami, bahkan buat kita yang orang tua ini,” cerita Umar saat dijumpai pada Sabtu (27/06/2026).

Kebahagiaan Umar bertambah karena anaknya dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Menurutnya, pembaruan data yang cepat di situs web sangat membantu orang tua agar tidak perlu bolak-balik ke sekolah hanya untuk memantau hasil.

“Petunjuknya jelas sekali. Asalkan kita baca pelan-pelan dan teliti, pasti bisa kok daftar sendiri dari rumah. Alhamdulillah, anak saya juga sudah diterima di sekolah tujuan,” tutup Umar dengan wajah sumringah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini