Kepala Daerah Dilarang Keluar Negeri Mulai 1 April, Ada Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA. JAKARTA – Kepala daerah dan anggota legislatif di seluruh Indonesia diimbau tidak bepergian keluar negeri sepanjang April 2019.

“Mereka harus berkonsentrasi penuh menyukseskan dan menjaga stabilitas politik di daerah masing-masing selama Pemilu serentak 2019 April ini,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Selasa 12 Maret 2019.

Mereka harus fokus menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah masing-masing menjelang dan setelah pemungutan suara 17 April 2019.

Tjahjo pun mengungkapkan langkah-langkah yang harus dilakukan kepala daerah untuk menjamin kondisi tersebut.

Pertama, melakukan monitoring penyelenggaraan Pemilu mengantisipasi masalah yang akan muncul dan dapat mengganggu kelancaran agenda lima tahunan tersebut. Mereka juga harus memberi solusi terbaik.

Kedua, menjalin hubungan kerjasama dan komunikasi melalui forum koordinasi pimpinan daerah/muspida, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan segenap elemen masyarakat.

Ketiga, menciptakan stabilitas politik yang kondusif menjelang pemungutan suara dengan melakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama antaraparat. Hal itu untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang mungkin timbul.

Keempat, mendukungan kelancaran pelaksanaan Pemilu secara optimal kepada jajaran Penyelenggara Pemilu di daerah.

Kelima, menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019.

Berita Terbaru

Kehadiran TNI-Polri Menjadi Pilar Utama Menjaga Papua Tetap Aman dan Damai

Oleh: Yonas Kogoya*Keamanan dan stabilitas di Papua terus menunjukkan penguatan seiring meningkatnyasinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjagaketertiban wilayah. Berbagai langkah strategis yang dilakukan TNI dan Polri menjadibagian penting dari upaya negara menghadirkan rasa aman sekaligus memastikanpembangunan di Papua berjalan secara berkelanjutan. Situasi tersebut memperlihatkankomitmen kuat negara dalam melindungi masyarakat Papua agar dapat menjalankanaktivitas sehari-hari dengan tenang, produktif, dan penuh harapan menuju masa depanyang lebih maju.Operasi gabungan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan(Kogabwilhan) III bersama Koops Habema menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Keberhasilan aparat dalammempersempit ruang gerak kelompok separatis serta mengamankan berbagaiperlengkapan tempur menunjukkan bahwa upaya penegakan keamanan dilakukansecara profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut sekaligusmemberikan optimisme bahwa Papua semakin berada dalam kondisi yang kondusifuntuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa seluruh operasikeamanan bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara aman, termasuk anak-anak yang bersekolah dan masyarakat yang bekerja membangunperekonomian daerah. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa orientasi utama negara adalah melindungi rakyat dan menciptakan suasana damai demi kemajuan Papua. Keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapanmasyarakat agar dapat menikmati pembangunan dan kesejahteraan secara merata.Keberhasilan aparat keamanan dalam menjaga wilayah strategis di Papua juga memperlihatkan semakin kuatnya koordinasi lintas sektor. Dukungan masyarakatterhadap upaya menjaga stabilitas menjadi faktor penting yang mempercepatterciptanya kondisi aman dan tertib....
- Advertisement -

Baca berita yang ini