Aksi Ambil Untung Bakal Bikin IHSG Balik Melemah

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alias tolok ukur sejumlah pergerakan saham di BEI diramalkan akan berbalik melemah pada perdagangan Selasa10 September 2019.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memprediksi IHSG bakal melemah dengan support (level bawah IHSG) di kisaran 6.311 hingga 6.295. sementara resistance (level atas IHSG) di kisaran 6.338 hingga 6.349.

Sebagai perbandingan, pada penutupan Senin IHSG menguat terbatas 0,27 persen ke level 6.326,21. Denies mengatakan bahwa pelemahan IHSG masih akan dibayangi oleh beberapa data perekonomian menunjukkan hasil yang kurang meyakinkan.

Lalu dari sisi teknikal, IHSG kembali tertahan di sekitar area resistance moving average 50. Indikator Stochastic bergerak di sekitar area overbought. “Ini mengindikasikan potensi profit taking (aksi ambil untung investor) dalam jangka pendek sehingga akan melemahkan IHSG,” kata dia dalam risetnya.

Dennies juga menyertakan rekomendasi sejumlah saham untuk transaksi hari ini yaitu saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini