Joko Widodo Nikmati Momen Idul Adha di Malioboro

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menikmati momen libur Idul Adha 1444 Hijriah dengan berkunjung ke salah satu tempat wisata di Yogyakarta yakni Jalan Malioboro, Kamis (29/6/2023) malam.

Presiden Jokowi berkunjung ke Malioboro dengan busana santai yakni kaus lengan panjang berwarna hijau.

Masyarakat yang sedang berada di sepanjang Jalan dikabarkan antusias menyambut Presiden. Beberapa dari mereka bersalaman hingga berswafoto bersama Kepala Negara.

“Pak Jokowi, Pak Jokowi,” teriak warga disambut lambaian tangan dan senyuman dari Presiden Jokowi.

Selain menyapa warga, Presiden Jokowi juga tampak membagi-bagikan kaus di sepanjang jalan yang terletak di jantung Kota Yogyakarta tersebut.

Presiden juga sempat melihat pertunjukan pengamen jalanan dari grup Candikustik yang membawakan lagu “Ojo Dibandingke”.

“Enggak nyangka ya, main-main di jalan begini kita diapresiasi sama Bapak Presiden, orang nomor satu di Indonesia. Terima kasih banyak, istimewa,” ujar salah satu personel grup musik itu.

Setelah berkeliling, menyapa, dan berswafoto dengan masyarakat di Kawasan Malioboro, Presiden Jokowi kembali ke Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, untuk beristirahat. (Sumber: Antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Membuka Dialog dan Mendengar Aspirasi Mahasiswa

*) Oleh: M. Farhan Akbar Demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umumyang bebas dan adil, tetapi juga dari kemampuan negara membangun komunikasiyang terbuka dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisistrategis sebagai kelompok intelektual yang kerap menyuarakan kritik, gagasan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Kehadiran ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa menjadi indikator penting bahwa demokrasiberjalan secara substantif, bukan sekadar prosedural. Oleh karena itu, komitmenpemerintah untuk terus membuka ruang komunikasi patut dipandang sebagai langkahyang memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus memperkokohkepercayaan publik.Berbagai capaian pembangunan yang terus diupayakan pemerintah, mulai daripenguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga program pemberdayaanekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan situasi yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakatmenjadi modal penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalan secaraoptimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap aspirasi memilikinilai yang sama, baik berasal dari akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat di daerah terpencil. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapatdilepaskan dari partisipasi publik yang inklusif. Negara yang kuat bukanlah negara yang menutup diri terhadap kritik, melainkan negara yang mampu mendengarpersoalan, mengakui kekurangan, serta menjadikan masukan masyarakat sebagaidasar penyempurnaan kebijakan. Pendekatan seperti ini mencerminkankepemimpinan yang adaptif karena menempatkan dialog sebagai instrumen untukmenghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Selanjutnya, keterbukaan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa menunjukkanadanya perubahan paradigma dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Mahasiswa tidak lagi diposisikan semata sebagai kelompok penekan, tetapi sebagaimitra strategis dalam proses pembangunan nasional. Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai kritik dapat diterjemahkan menjadi bahan evaluasi, sedangkanberbagai gagasan dapat diolah menjadi rekomendasi kebijakan yang konstruktif. Pendekatan kolaboratif seperti ini memperkuat legitimasi kebijakan sekaligusmemperkecil potensi polarisasi yang sering muncul akibat minimnya komunikasiantara pemerintah dan publik.Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini