Kapasitas Heru Budi Hartono Sudah Teruji Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapasitas Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono sudah teruji sehingga dipilih menjadi penjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang akan berakhir masa jabatannya pada 16 Oktober 2022.

Hal itu diungkapkan pengamat hukum kebijakan publik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Peri Farouk, Minggu 9 Oktober 2022.

Jakarta, menurut Farouk, merupakan batu loncatan Heru sebelum masuk ke lingkungan nasional di Istana Kepresidenan.

“Kapasitasnya sudah teruji dalam tata kelola daerah yang memiliki kekhususan itu,” ujar Peri.

Selama tiga tahun mendatang, Peri sangat yakin Heru saggup menjalankan tugasnya dengan baik.

Heru sudah banyak melakukan terobosan saat mulai berkarir di Jakarta dan Istana Negara.

Sejak 1993, Herus sudah menduduki berbagai jabatan publik penting seperti Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara, Kasubag, Kabag, hingga Kasetpres RI.

Sedangkan terobosan yang dilakukannya antara lain revitalisasi infrastruktur, pengembangan SDM, dan sukses program vaksinasi covid-19 di seluruh Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini