Spin-off ‘The Crown’ Buka Casting untuk Pangeran Harry Versi Remaja

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Tampaknya Netflix akan membuat spin-off dari ‘The Crown’. Serial itu akan berfokuskan pada salah satu keluarga kerajaan Inggris, yakni Pangeran Harry.

Melansir dari Just Jared, serial ini tengah mencari casting yang cocok untuk memainkan peran Duke of Sussex versi remaja. Panggilan casting untuk persan tersebut telah beredar di Twitter.

Ini menegaskan, acara tersebut tengah mencari ‘aktor muda yang luar biasa’ untuk peran tersebut sebelum syuting serialnya dimulai. Rencananya, serialnya akan mulai syuting pada November 2022.

Persyaratan untuk castingnya menyebutkan tengah mencari orang yang memiliki kemiripan fisik yang kuat seperti Pangeran Harry. Bagi pelamar yang ikut casting diperbolehkan ikut meski belum ada pengalaman akting.

Persyaratan lainnya adalah aktor harus berusia antara 16 dan 20 tahun. Pelamar diminta untuk mengirimkan foto dan video singkat yang berbicara tentang salah satu kegemaran mereka. Batas waktu pengirimannya sampai 14 Oktober 2022.

Sementara itu, musim baru dari ‘The Crown’ akan tayang perdana di Netflix pada 9 November 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini