KDRT, Lesti Kejora Alami Cedera Kepala

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi Lesti Kejora setelah menjadi korban KDRT cukup mengkhawatirkan. Menurut dokter, penyanyi dangdut itu mengalami cedera di bagian kepala.

Selama dirawat di rumah sakit, Lesti ditangani lebih dari satu dokter. Dia mengalami cedera kepala setelah menjadi korban KDRT yang dilakukan suaminya, Rizky Billar.

“Masih dalam perawatan beberapa dokter. Dokter THT, dokter orthopedi, dan dokter spesialis saraf untuk cedera kepalanya,” ujar dokter Puspa H. Widyowati.

Di rumah sakit, Lesti didampingi kedua orangtuanya. Sejak melaporkan jadi korban KDRT, wanita yang akrab disapa Dede itu menjalani perawatan intensif.

Lesti menjadi korban KDRT setelah mengetahui Rizky Billar selingkuh. Dari keterangan polisi, penganiayaan dilakukan Rizky Billar setelah Lesti meminta dipulangkan ke rumah orangtuanya.

“Berawal dari korban dan terlapor yang merupakan suami istri dan terlapor ketahuan berselingkuh di belakang korban. Pada saat korban meminta dipulangkan ke rumah orang tuanya. Terlapor emosi dan melakukan berusaha mendorong korban dan membanting korban ke kasur dan mencekik leher korban sehingga korban terjatuh ke lantai dan hal tersebut dilakukan berulang-ulang,” kata polisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini