Menhan Dukung Listyo Sigit Bentuk Institusi Polri yang Kuat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberi dukungan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Bhayangkara untuk membangun institusi Polri yang kuat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu Listyo di Mabes Polri yang dikutip Kamis 29 September 2022.

“Kita perlu TNI yang kuat Polri yang kuat. Saya juga akan mendukung pembangunan kepolisian yang kuat,” ujar Menhan Prabowo kepada Listyo.

Pada kesempatan tersebut, Menhan Prabowo tampak memberikan cinderamata kepada Listyo berupa pistol G2 Elite buatan industri pertahanan dalam negeri PT Pindad.

Istimewanya, pada pistol warna silver tersebut terukir nama Kapolri.

Saat ini, secara institusi Polri sedang terpuruk dengan terbongkarnya kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Cinderamata dari Prabowo untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit P. (kemhan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini