Lima Film Disney Ini Masih Dalam Proses Pengerjaan, Mana yang Paling Ditunggu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK –  Disney memiliki 5 film superhero Marvel yang sedang dalam pengerjaan. Ini akan menjadi film-film yang paling ditunggu oleh penikmat film-film produksi disney.

11 November 2022: Black Panther: Wakanda Forever

Sekuel ‘Black Panther’ awalnya akan rilis pada Mei 2022 sebelum kematian bintangnya Chadwick Boseman. Pada tahun 2020, feige mengatakan Boseman tidak akan diusung kembali.

Dalam sekuelnya, Wakandans, yang dipimpin oleh Ratu Ramonda (Angela Basset), akan berjuang untuk melindungi bangsa mereka dari seluruh dunia setelah kematian Raja T’Challa.

Dalam klip eksklusif yang ditampilkan pada D23 Expo, negara-negara lain tertarik untuk mendapatkan akses ke Vibranium dan teknologi Wakanda. Okoye (Danao Gurira), memimpin Dora Milaje,menangkis penyusup di Wakanda.

“Black panther: Wakanda Forever” akan menjadi film terakhir dari fase 4 MCU.

17 Februari 2023: Ant-Man and The Wasp: Quantumania

Dalam sekuelnya, Scott Lang/Ant-Man (Paul Rudd), Cassie Lang (Kathryn Newton), Hope van Dyne (Evangeline Lilly), orang tuanya hank Pym (Michael Douglas) dan Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer), menemukan diri mereka di dalam Quantum Realm.

Dalam rekaman yang ditampilkan secara eksklusif di SDCC pada bulan Juli, terlihat bagaimana menyelamatkan dunia terlalu berlebihan di kepala Lang. Dia suka mengingatkan keluarganya tentang perannya dalam membalikkan Blip dan bahkan mendapatkan banyak buku darinya. Hidup mereka baik-baik saja sampai saat keluarga Lang akhirnya tersedot ke Alam Kuantum.

5 Mei 2923: Guardians of the Galaxy Vol.3

Sutradara James Gunn kembali dalam pengerjaan Guardians of the Galaxy (GotG) yang akan banyak berputar di Rocket Raccoon.

Sambil mempertimbangkan tahun lalu tentang bagaimana memasukkan Rocket ke dalam film, Gunn mengatakan kepada penonton San Diego pada bulan Juli, “Saya menyadari dia adalah makhluk paling menyedihkan di alam semesta dan itulah tentang cerita ini.

28 Juli 2023: The Marvels

Carol Danvers (Brie Larson) akan bergabung dengan ‘Ms Marvel’ Iman Vellani, yang membintangi serial Disney+ miliknya. Selain itu, Teyonah Parris juga akan memerankan Monica Rambeau versi dewasa.

Rambeau dewasa pertama kali terlihat di ‘WandaVision’ di mana ia menerima kekuatan superhero.

Sebuah teaser yang ditampilkan di D23 menggambarkan bahwa tiga kekuatan berbasis cahaya wanita itu terjerat satu sama lain, menyebabkan mereka bertukar tempat satu sama lain.

Kamala Khan/Ms. Marvel juga akan bertemu Goose, kucing alien yang membutakan Nick Fury.

3 November 2023: Blade

Meskipun Wesley Snipes memulai peran dalam film 1998, Feige pertama kali mengumumkan bahwa pemenang Academy Mahershala Ali akan memainkan hibrida antara manusia/vampir yang melindungi manusia dari vampir.

Pada bulan Juli, Feige mengatakan film tersebut akan mulai syuting pada bulan Oktober. Ali’s Blade pertama kali muncul adalah pada adegan pasca-kredit ‘Eternals’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini