Viral! Jenazah Masih Utuh dan Wangi Meski Sudah Terkubur Puluhan Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kejadian yang membuat heboh terjadi di daerah Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon lantaran ditemukan banyak jenazah yang masih utuh dan wangi meski sudah dikubur puluhan tahun.

Diketahui, penggalian ulang makam-makam tersebut bertujuan untuk relokasi yang dilakukan oleh PT Pancapuri anak usaha PT Chandra Asri.

Kegiatan itu diketahui telah berlangsung sejak 25 Agustus 2022 lalu. Dikutip dari berbagai sumber, sebanyak 67 jasad yang sudah digali, ada 43 jasad yang masih utuh dan wangi.

Secara ilmiah, jenazah yang sudah dikubur selama puluhan tahun seharusnya sudah menjadi tanah. Namun, 67 jasad tersebut masih utuh dan bahkan ada yang masih beraroma harum.

Dari keterangan lurah setempat, secara historis wilayah Cilodan dulunya merupakan wilayah yang banyak dihuni oleh para santri.

“Info yang saya dapat dan setelah saya telusuri, jadi orang-orang daerah Cilodan dahulunya daerah santri disitu. Jadi kehidupannya orang-orang yang taat ibadah semua,” kata Rustam selaku lurah setempat.

Saat ini, sejumlah jenazah yang dibongkar tersebut sudah dimakamkan kembali di wilayah Anyer, Kabupaten Serang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini