‘Spiderman’ Prancis Berhasil Mendaki Gedung 48 Lantai Hanya Dalam 60 menit

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Seorang pendaki yang dikenal dengan sebutan “Spiderman” Prancis merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan memanjat gedung pencakar langit 48 lantai di Paris tanpa alat keselamatan.

Alain Roberts memanjat Menara TotalEnergies di distrik bisnis Defense tanpa menggunakan tali atau pengaman lainnya.

Aksi ini sebagai wujudnya untuk memberi tahu semua orang bahwa usia 60 tahun bukanlah sebuah halangan. Ia menunjukkan bahwa umur bukanlah halangan untuk terus melakukan olahraga dan melakukan hal luar biasa lainnya.

Setelah mencapai puncak menara, dia dilaporkan ditangkap. Mr.Robert telah memanjat menara TotalEnergies beberapa kali sebelumnya. Kali ini, dia hanya butuh 60 menit untuk mencapai puncak, menurut laporan situs berita Defense 92.

Melansir dari BBC, ia mengatakan “Saya berjanji pada diri sendiri beberapa tahun lalu bahwa ketika saya mencapai usia 60 tahun, saya akan memanjat menara itu. Karena usia 60 tahun melambangkann usia pensiun di Prancis dan saya pikir itu adalah sentuhan yang bagus,” kata Mr.Robert.

Dia menambahkan bahwa tujuan pendakian itu juga untuk meningkatkan kesadaran akan pemanasan global.

‘Spiderman’ ini terkenal karena seringkali memanjat gedung-gedung tinggi di seluruh dunia. Prestasi terbesarnya adalah berani mendaki hingga pucak Burj Khalifa Dubai, gedung tertinggi di dunia.

Dia biasanya melakukan aksinya tanpa pemberitahuan atau izin sebelumnya dan pihak berwajib telah menangkapnya beberapa kali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini